
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Setpres)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp 1.572,2 triliun hingga 31 Oktober 2023. Angka ini setara 70 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN.
Menkeu merinci dari total belanja tersebut sebesar Rp 768,7 triliun atau setara dengan 76,8 persen dari pagu anggaran telah digunakan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L). Belanja tersebut digunakan untuk persiapan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga penyaluran berbagai bantuan sosial (Bansos).
"Ini terutama belanja yang cukup terlihat adalah mulai dari pelaksanaan Pemilu, pembangunan IKN, penyelesaian infrastruktur prioritas dan berbagai belanja bansos," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi November 2023 secara daring, Jumat (24/11).
Sementara itu, untuk belanja non K/L tercatat sebesar Rp 803,6 triliun atau setara 64,5 persen dari pagu anggaran. Anggaran tersebut digunakan untuk realisasi subsidi dan kompensasi seperti BBM dan listrik, program kartu prakerja, subsidi pupuk, serta pembayaran pensiun.
Dengan total belanja tersebut, Sri Mulyani menyebutkan bahwa capaian tersebut menurun 5,9 persen dibandingkan dengan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 1.671,4 Triliun.
"Inilah makanya penting pada bulan November-Desember ini, belanja K/L dan non K/L, semakin disisir untuk melihat apakah mereka bisa merealisir seluruh alokasi yang sudah dipagukan dalam APBN," jelasnya.
Lebih lanjut, Menkeu membeberkan dari total belanja tersebut sebanyak Rp 899,1 triliun atau 57,2 persen manfaat belanja pemerintah pusat langsung dinikmati masyarakat. Dalam kategori belanja K/L, anggaran bansos PKH tercatat sebesar Rp 19,6 triliun untuk 9,9 juta KPM, kartu Sembako Rp 36,3 triliun untuk 18,5 juta KPM, PBI JKN Rp 38,6 triliun untuk 96,4 juta peserta, dan bansos pangan untuk beras, telur serta ayam sebesar Rp 8,2 triliun.
Selain itu, juga terdapat bantuan benih, mulsa, dan pupuk organik Rp 1,2 triliun untuk 489,5 ribu Ha, bantuan alat dan mesin pertanian Rp 574,6 miliar, dan bantuan ternak Rp 196,6 triliun. Dari sisi pendidikan, dikucurkan untuk program pendidikan indonesia pintar (PIP) sebesar Rp 8,4 triliun untuk 14,3 juta siswa.
"Program KIP Kuliah sebesar Rp 11,4 triliun untuk 789,7 ribu mahasiswa, BOS Kemenag sebesar Rp 10,5 triliun untuk 9,1 juta siswa, dan BOPTN Rp 4,6 triliun untuk 197 PTN. Sedangkan dari sisi infrastruktur untuk pembangunan/rehabilitasi Rp 129,7 triliun untuk jalan, jembatan hingga irigasi," lanjutnya.
Tak hanya itu, Pemerintah juga turut mengucurkan anggaran belanja bagi bantuan bencana sebesar Rp 1,8 triliun. Anggaran tersebut ditujunkan untuk bantuan stimulan perumahan gempa Cianjur sebanyak 42,4 ribu Kepala Keluarga (KK). Dari sisi belanja non K/L tercatat telah dibelanjakan untuk subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp 83,4 triliun untuk 39,6 juta pelanggan subsidi dan 48,2 juta pelanggan kompensasi.
Lalu, Subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 52,2 triliun sebanyak 6,1 juta MT, dan subsidi dan kompensasi BBM sebesar Rp 97,2 triliun sebanyak 13.327,6 ribu KL subsidi dan 11.489,3 KL kompensasi. "Kemudian, subsidi perumahan sebesar Rp 724,2 Miliar untuk 177,6 unit dan kartu prakerja Rp 4,3 triliun untuk 1,2 juta peserta," pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
