Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 01.00 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Sebagian Pembiayaan Awal PFII Pakai APBN dan Danantara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan sebagian pembiaayan awal pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski begitum ia menyebut bahwa dana yang berasal dari APBN hanya akan digunakan pada situasi tertentu. Dimana, Sebagian besar dana untuk pembangunan PFII akan berasal dari Investor dan Danantara.

“Untuk dana pertama, iya (Menggunakan APBN), tapi saya antisipasi tidak besar-besar amat. Jadi enggak semuanya APBN, nanti kan investornya akan mengeluarkan dana pertama untuk membangun di sana, termasuk macam-macam. Danantara cukup besar uangnya, bukan APBN," ujar Purbaya konferensi pers APBN KiTa edisi Juli, di Jakarta, Selasa (21/7).

Purbaya mengatakan, pemerintah akan terlebih dahulu mengharapkan investasi dari investor PFII, termasuk di dalamnya Danantara. Menurutnya, Danantara akan menggelontorkan dana yang cukup besar pada proyek PFII.

“Karena yang digelontorkan oleh Danantara, menurut saya sih lebih dari cukup. Ini [APBN] kan untuk jaga-jaga saja,” ucapnya.

Lanjutnya, Purbaya memastikan lokasi PFII tidak akan berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ia menyebut, keputusan tersebut diambil untuk menghindari adanya tumpeng tindih status antara KEK dan PFII.

"Undang-undang enggak boleh KEK, tapi status KEK bisa dirubah. Yang penting enggak boleh dobel," ungkapnya.

Purbaya mengatakan, keputusan final lokasi PFII akan ditentukan oleh Menteri Keuangan sesuai amanat Undang-Undang, namun tetap melalui proses penilaian tim yang objektif.

Kriteria pemilihannya mencakup kemudahan pembangunan infrastruktur, daya tarik bagi investor asing, serta efisiensi biaya bagi negara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore