Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 03.50 WIB

Cerita UMKM Bangkit dari Pandemi Covid-19, Terbantu Pinjol hingga Raup Omset Capai Rp 17 Juta Per Bulan

Adik Firdaus, seorang pelaku usaha Barbershop di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. - Image

Adik Firdaus, seorang pelaku usaha Barbershop di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

JawaPos.com - UMKM menjadi salah satu sektor usaha yang terpukul pada masa Pandemi Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bangkit dengan mencari beragam pembiayaan, salah satunya dengan memanfaatkan Financial Technology (Fintech) atau akrab disebut pinjaman online (pinjol).

Hal ini pun diakui oleh Adik Firdaus, seorang pelaku usaha Barbershop di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Adik bercerita, saat Covid-19 melanda tanah air, usaha yang dibangunnya sejak tahun 2007 hampir saja mati ditelan pandemi. Dia mengaku, bisnis potong rambut pada masa itu sangat dijauhi oleh masyarakat.

Boro-boro untuk meraup cuan, Adik mengaku saat pandemi, bisnis usahanya justru dijauhi masyarakat. Karena potong rambut tak bisa dilakukan jika harus menerapkan physical distancing sebagaimana aturan pemerintah.

"Kan pas pandemi itu bener-bener kolaps, sampai jatuh bangun pas pandemi. Karena orang kan pas pandemi itu bener-bener terpukul, apalagi kayak kita (barbershop) dijauhin banget. Mau deket banget aja, dia nggak mau, jadi banyak problemnya pas pandemi," kata Adik Firdaus saat ditemui di tokonya, Senin (20/11).

"Sampai mau-mau tutup juga sih, tapi emang ada sedikit pembiayaan dari yang lain, setidaknya buat nambah pembiayaan kontrak (toko) ini kan lumayan besar juga. Jadi, lumayan bisa bertahan sekarang ini," imbuhnya.

Bisnis terbantu pinjol

Dari sisi pembiayaan bisnis, Adik mengungkapkan, memang tak sepenuhnya berasal dari pinjol. Ia menyebut, ada urun tangan orang tua juga di dalamnya.

Meski begitu, Adik mengaku pinjaman yang diajukan melalui Pinjol Kredito, sangat membantu untuk membeli aset-aset barbershopnya. Seperti, mesin dan gunting cukur yang perlu dibeli dengan kocek agak mahal.

"Ngebantu juga sih (pinjol), sedikit-sedikit buat beli perabotan kayak mesin cukur. Lumayan bisa ngecover untuk biaya alat cukur kan, pinjaman Rp 1-2 juta, itu lumayan. Alat cukur kan udah Rp 1,5 juta-an, guntingnya aja bisa sekitar Rp 400 ribu - Rp 500 ribu. Tapi lumayan membantu banget," ungkapnya.

Lebih lanjut, Adik yang sudah menekuni usaha potong rambut selama 16 tahun ini, mengatakan pinjaman yang diajukannya melalui pinjol tak pernah mencapai limit batas atas. Mula-mula, ia meminjam Rp 2 juta dengan tenor maksimal 2 bulan.

Kemudian, jika merasa kurang dan ada keperluan mendesak. Maka, ia akan menambah lagi berkisar Rp 1 hingga Rp 2 juta. Menurutnya, jika di total sepanjang 2 bulan itu, pinjamannya tak pernah melampaui Rp 10 juta.

Meskipun, kata Adik, dirinya sudah memperoleh limit cukup besar dari Kredito, salah satu layanan pinjol yang merupakan anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebesar Rp 16 juta.

"Awal sih (limit) cuma Rp 4 juta-an, sekarang udah Rp 16 juta. Karena emang tergantung record bagus enggaknya (pembayaran tagihan pinjaman) kalau itu, terkait kepercayaan dari fintechnya juga. Mungkin kalau kredit scorenya bagus jadi ada penambahan-penambahan limitnya," ujar Adik.

Meski pun sering berlangganan pinjol, Adik mengaku dirinya sangat berhati-hati dalam pengajuan. Terutama menyoroti soal bunga yang akan dikenakan dalam setiap pembiayaan.

Adik menyadari, semakin lama tenor yang dipilih, maka semakin besar pula bunga yang wajib dibayar. Sehingga dengan begitu, dirinya bersiasat untuk memilih tenor yang maksimal selama dua bulan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore