Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 20.40 WIB

Perang Israel-Hamas Picu Ketidakpastian Global, Airlangga: Baru Mulai Bernapas, Sudah Enggak Bisa Lagi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (tengah) saat konferensi pers di kantornya, Senin (6/11). - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (tengah) saat konferensi pers di kantornya, Senin (6/11).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, perang yang terjadi antara Israel dan Hamas semakin memicu ketidakpastian global. Bahkan, perang Israel-Hamas menjadi tantangan baru setelah dampak dari konflik geopolitik di Rusia-Ukraina. Airlangga mengibaratkan dunia baru saja bisa bernapas, kini sudah tidak bisa bernapas lagi.
 
"Ini Israel-Hamas itu juga menambah ketidakpastian dunia. Baru saja mulai bernapas dan sudah enggak bisa napas lagi," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/11).
 
Meski begitu, Airlangga memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan antisipasi di tengah ketidakpastian global akibat geopolitik ini. Terlebih, perang Rusia-Ukraina belum juga selesai hingga saat ini.
 
"Pemerintah terus antisipasi berbagai risiko yang akibat ketidakpastian geopolitik yang baru di Timur Tengah yang tentu ini Ukraina belum selesai," imbuh Airlangga.
 
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa seiring dengan ketidakpastian global yang meningkat, berbagai lembaga keuangan bahkan mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa dua perang yang terjadi tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian.
 
Salah satunya, membuat sejumlah harga beberapa komoditas terkerek naik. Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa tantangan RI tak hanya dari sisi geopolitik. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan imbas kondisi El Nino.
 
"Pertumbuhan ekonomi makin akan ada penurunan. Nah tentu perubahan iklim juga belum selesai, kita ketahui bahwa El Nino membuat pasokan pangan akan terganggu," lanjutnya.
 
Oleh karena itu, Airlangga mengklaim bahwa pemerintah terus memantau pergerakan dari konflik tersebut. Pasalnya, hal itu berimbas tidak hanya pada ekonomi juga beberapa komoditas termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
"Terkait perang kita masih monitoring, karena biasanya kalau ketegangan yang terkena itu komoditas termasuk BBM, namun karena pertumbuhan ekonomi global itu menurun, maka efek kenaikannya sementara masih kuat, kita belum tahu seberapa panjang, tentu nanti kita akan antisipasi," pungkasnya.
 
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore