Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 16.01 WIB

Nelayan Indonesia Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Illegal Fishing

ILUSTRASI: Nelayan menimbang ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta. - Image

ILUSTRASI: Nelayan menimbang ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta.

JawaPos.com - Perubahan iklim yang terjadi belakangan sangat dirasakan oleh kalangan nelayan. Mereka mengalami kesulitan menangkap ikan. Ditambah pula tindak penangkapan secara ilegal (illegal fishing) dari nelayan luar negeri.

Persoalan itu sangat disadari oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum HNSI Anton Leonard mengatakan, hingga kini kesejahateraan nelayan Indonesia belum merata. Ada banyak pemicunya. Di antaranya adalah perubahan iklim dan tindakan illegal fishing yang begitu marak.

"Perubahan iklim membuat hasil tangkapan tidak maksimal. Nelayan juga kesulitan meningkatkan tangkapan karena harus berhadapan dengan nelayan dari luar yagn masuk secara ilegal," ujar Anton Leonard kepada wartawan, Sabtu (21/10).

Anton Leonard baru saja ditunjuk sebagai plt ketum HNSI. Penunjukan merupakan hasil konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Cabang HNSI di Jakarta, Jumat (20/10). Para DPD dan DPC HNSI berkumpul menyikapi dinamika internal organisasi mereka.

Hasilnya keputusan dari konsolidasi itu mencabut mandat kepada Yusuf Solichien yang sebelumnya ditunjuk sebagai Plt ketua umum HNSI. Tugasnya digantikan Anton Leonard. Dia menambahkan, tugas HNSI adalah mengayomi dan menyuarakan aspirasi nelayan Indonesia.

Ketua DPD HNSI Sulsel Chairil mengatakan, konsolidasi HNSI dihadiri 20 perwakilan DPD. Mereka sepakat untuk mencabut mandat plt ketum HNSI dari Yusuf Solichien dan menunjuk Anton Leonard sebagai penggantinya.

"Kami berharap Munas dapat diselenggarakan secepatnya agar roda organisasi dapat berjalan maksimal," ujar Chairil.

Jems Tuuk, perwakilan DPD Sulut berharap ada perlakuan yang adil bagi semua daerah dan transparansi dalam pengelolaan organisasi.

"Kami berharap perlakuan sewenang-wenang kepada kami tidak dialami oleh rekan-rekan di daerah lainnya. Dan, ke depannya HNSI semakin baik sesuai dengan prinsip demokratisasi dan kedaulatan organisasi."

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore