Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 16.19 WIB

Ekonom ini Sarankan Pemerintah Tak 'Ngoyo' Kejar Pertumbuhan Tinggi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 merupakan cobaan serius bagi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banyak negara yang ekonominya anjlok bahkan jatuh ke jurang resesi. Ekonom CORE Indonesia Hendri Saparini menyarankan agar pemerintah realistis, dan menekan ekspektasi ekonomi bakal pulih dalam waktu singkat.

"Kita cuma punya waktu empat bulan, sebaiknya kita tidak mengejar pertumbuhannya," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (21/8).

Hendri mengatakan, sebaiknya pemerintah berfokus dalam pemilihan sektor yang dapat memulihkan keadaan terlebih dahulu. Sebab, hingga saat ini dirinya melihat pemerintah belum fokus dalam upaya memulihkan keadaan.

"Harus fokus karena waktunya cuma empat bulan, dan kuartal-III tinggal satu bulan lagi," ucapnya.

Seperti diketahui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan menggenjot belanja pemerintah untuk mendongkrak ekonomi di tengah lesunya konsumsi masyarakat, investasi, dan kegiatan ekspor impor. Dia menargetkan pemerintah bisa membelanjakan Rp 700 triliun pada sisa kuartal-III tahun ini, dan sisa Rp 1.000 triliun pada kuartal-IV.

Strategi tersebut, kata Hendri, hanya jalan pintas yang diambil pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Padahal, jika angka pertumbuhan ekonomi tidak kembali melesat berada di angka positif pun tak masalah.

"Tidak apa-apa kalau tidak tumbuh tinggi," katanya.

https://www.youtube.com/watch?v=EVDA8jfVdKQ

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore