Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 03.02 WIB

Peran Konsumsi Rumah Tangga Besar, RI Berpeluang Terhindar dari Resesi

Suasana sepi salah satu pasar swalayan di Serpong, Tangerang Selatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengklaim pendapatan mal atau pusat perbelanjaan anjlok 90 persen karena penerapan Pembatasan Sosial Berska - Image

Suasana sepi salah satu pasar swalayan di Serpong, Tangerang Selatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengklaim pendapatan mal atau pusat perbelanjaan anjlok 90 persen karena penerapan Pembatasan Sosial Berska

JawaPos.com - Bencana wabah Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian hampir seluruh negara, termasuk perekonomian Indonesia yang telah mengalami kontraksi hingga pertengahan tahun ini. Peluang terjadinya resesi semakin besar, namun bukan berarti tidak dapat dihindari.

Ekonom senior dan pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini mengatakan, setiap negara mendapatkan dampak yang berbeda-beda tergantung kebijakan pemerintahnya. Hendri mengatakan, banyak juga negara yang dapat mengatasi ancaman resesi akibat Covid-19.

"Banyak negara yang bisa menghadapi resesi akibat Covid-19 ini, tapi ada negara dengan respons yang tidak pas itu mereka menghadapi dampak yang jauh lebih dalam," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (21/8).

Daya tahan perekonomian suatu negara dalam menghadapi badai Covid-19, kata dia, bergantung pada respons pemerintah. Seperti, Singapura sebagai negara yang perekonomiannya tergantung pada negara lain, maka akan sulit mengandalkan pertumbuhan dari sumber domestik.

"Singapura, mau buat respons kebijakan yang secepat apapun tapi karena struktur ekonomi mereka itu tergantung kepada ekonomi lingkungan dia, selama Indonesia belum bangkit, Malaysia belum, dan sekitarnya, ya mereka akan sulit sekali," jelasnya.

Di sisi lain, Hendri melihat Indonesia berpeluang menghadapi kontraksi lebih dalam, karena punya kekuatan konsumsi domestik yang besar. Dengan 58 persen porsi konsumsi rumah tangga tersebut, maka masih ada peluang untuk menghindari resesi.

"Indonesia semestinya kalau kita bisa enggak sih jangan terlalu dalam kontraksinya, karena ruang kita itu jauh lebih lebar dibanding setidaknya Singapura dan Malaysia, yang struktur ekonominya itu porsi dari investasi dan juga perdagangan internasional sangat besar," tukasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=rBKmDvyX3TQ

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore