Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 20.05 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen, Erick Thohir Beberkan Caranya

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau kesiapan RS Pertamina Jaya untuk menerima pasien positif Covid-19 belum lama ini. - Image

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau kesiapan RS Pertamina Jaya untuk menerima pasien positif Covid-19 belum lama ini.

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 diproyeksikan mencapai angka 4,5 sampai 5,5 persen. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun mengungkapkan alasannya kenapa pemerintah dan Jokowi yakin akan hal tersebut. Salah satunya adalah terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik ketimbang negara tetangga.

"Sekarang kita minus 5,3 persen, kalau bandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, Filipina dan Singapura. Malaysia itu minus 17,1 persen, Filipina 16,5 persen, Singapura 12,6 persen, kita 5,3," jelasnya dalam diskusi online FMB9, Sabtu (15/8).

Ia juga mengatakan banyak pihak juga ketar-ketir mengenai hal tersebut, namun ia meyakini Indonesia bisa melewati keterpurukan ini. Erick juga menilai bahwa keputusan presiden untuk tidak melakukan lockdown adalah langkah yang tepat karena tidak membuat pergerakan ekonomi berhenti secara menyeluruh.


"Keputusan presiden sangat tepat. Pidato bapak presiden kemarin menekankan dua hal, kita akan banyak untuk melakukan lompatan kemajuan, presiden juga menekankan ketahanan pangan dan energi, dua poin ini menjadi dasar Indonesia tumbuh," kata dia.

"Apalagi data prediksi IMF (dana moneter internasional), World Bank dan IDB (islamic development bank), World Bank itu 4,8 persen pertumbuhan ekonomi kita kedepan, IDB 6,5 persen, IMF 6,1 persen. Kalau bangsa luar percaya, masa kita pesimis, makanya kita menargetkan 4,5 sama 5,5 pertumbuhan di 2021," sambungnya.

Kata dia, Indonesia sendiri juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sayang sekali kalau kegiatan yang dilakukan kegiatan pemerintah baik dari kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (Pemda) atau program PEN (pemulihan ekonomi nasional) ini tidak mentransformasi strategi besar bangsa Indonesia.

"Para pakar menyatakan kita ini sudah punya modal kuat, jumlah penduduk dan SDA yang kaya. Kita ini sudah berkali-kali diuntungkan dengan cycle ekonomi, dulu minyak, kayu, batubara, kelapa sawit sekarang EV (electric vehicle) battery melalui alam kita, nikel dan lain-lain," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore