
Gedung-gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (27/1/2020). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 berkisar di bawah 5,1 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan, tahun 2021 mendatang penerimaan negara akan lebih kecil dibandingkan belanja negara atau APBN 2021 akan mengalami defisit. Hal tersebut telah disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja (raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun anggaran 2021, Kamis (18/6) malam.
Sri Mulyani memperkirakan, angka defisit akan berada di kisaran 3,21 persen hingga 4,17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit fiskal tersebut berdasarkan dari penerimaan negara yang ditarget 9,90-11 persen terhadap PDB, sedangkan belanja negara ditarget sebesar 13,11-15,17 persen.
"Tahun depan defisit diperkirakan antara 3,21 persen hingga 4,17 persen dari GDP (PDB)," kata Sri Mulyani.
Menurutnya, angka defisit menjadi jauh lebih rendah atau turun dari perkiraan defisit tahun ini yang sebesar 6,34 persen. Sehingga pihaknya mulai hati-hati dalam melakukan konsilidasi tahun depan.
"Artinya ini menunjukkan tahun depan mulai melakukan konsolidasi fiskal secara hati-hati tanpa mendisrupsi pemulihan ekonomi. Namun defisit diperkirakan di atas 3 persen," ucapnya.
Dengan defisit tersebut, kata Sri Mulyani, angka keseimbangan primer kembali ke zona negatif. Bahkan, tahun depan diperkirakan berada pada level -1,24 persen sampai 2 persen terhadap PDB.
Ia mengaku, untuk mengembalikan keseimbangan primer ke zona hijau membutuhkan waktu yang lama. "Pak Menteri Bappenas tadi kalau sebagai Menteri Keuangan beliau itu namanya hawkish, karena minta primary balance segera di-nol-kan, itu nanti terjadi puting beliung, karena nanti belanja akan merosot tajam atau pendapatan naik drastis," ungkapnya.
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan menjadikan postur APBN 2021 sebagai momentum pemulihan ekonomi nasional meneruskan program 2020. Hal itu dilakukan secara bertahap agar ekonomi dapat kembali pulih dalam 2-3 tahun ke depan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
