Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2020 | 17.33 WIB

Gaya Bos Baru Garuda Pimpin Manajemen

Pesawat Garuda saat berada di hanggar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pesawat Garuda saat berada di hanggar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Irfan Setiaputra untuk memimpin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Ari Askhara. Irfan berkomitmen untuk membawa Garuda menjadi perusahaan yang lebih baik lagi.

Irfan mengatakan, dirinya akan menjaga kekompakan dengan para Direksi dan Komisaris. Menurutnya, keterbukaan disetiap perbedaan pendapat dapat menentukan titik tengah dalam mencari solusi terbaik untuk kemajuan perseroan.

“Saya selalu menganggap perbedaan pedapat itu karunia, dan 10 kepala jauh lebih bagus dari 1 kepala. saya orang mau terbuka terhadap semua inputan. mestinya ngga ada yang melimit kita untuk diskusikan segala macam, apapun, perbedaan pendapat saya ngga bilang konfilik ya, dan saya rasa di banyak perusahaan selalu ada perbedaan perbedaan pendapat yg mengedepankan azas,” ujarnya saat dihubungi oleh wartawan, Rabu (22/1).

Irfan menekankan, apapun keputusan yang diambil oleh manajemen tidak mengganggu keselamatan atau menciptakan persepsi palsu. Dengan demikian, keuntungan perusahaan dapat dicapai. “Ini tanggung jawab semua karyawan,” ucapnya.

Namun, kata Irfan, dalam mengejar keuntungan tidak boleh mengorbankan faktor keselamatan dan pelayanan, termasuk persoalan harga tiket. “Jadi kita musti ketemu satu titik harga itu harus reasonable. Reasonable ini nggak semua orang bisa naik garuda, tapi buat kita perusahaan ini bisa untung, mengurangi cicilan, dan mengembangkan,” jelasnya.

Irfan mengaku, dirinya juga tidak ingin Garuda mendapat suntikan dana terus-menerus. Sehingga, manajemen akan terus melakukan inovasi dan mencari strategi terbaik dengan tetap meraup untung dari penjualan tiket pesawat.

“Kalau perusahaan ngga untung kan mesti disuntik terus, tapi sebagai CEO kok saya malu hati juga kalau begitu. Tapi kan banyak penumpang yang nggak peduli sama harga terutama yang kantor. Ya saya akan bicara dengan corporate (or copilot) ratusan juta dolar kok ngotot bener naik garuda murahan,” tutupnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore