
Ilustrasi logo Asuransi Jiwasraya (Antara)
JawaPos.com - Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus menjadi sorotan publik. Kini bahkan muncul usulan adanya penyuntikan dana atau bail out terhadap Jiwasraya.
Namun, hal itu mendapat penolakan dari anggota Komisi VI DPR fraksi PDI-Perjuangan Deddy Sitorus. Menurut dia, penyuntikan dana Jiwasraya tidak akan menyelesaikan masalah, malahan dapat membuat masalah yang baru.
"Saya sebagai politisi PDI-P tidak setuju kalo bail out, secara pribadi ya, kenapa? Pertama kita punya pengalaman buruk soal bail out. Kita tahu bagaimana bail out di masa lalu yang melahirkan permasalahan baru," katanya di Jakarta, Minggu (29/12).
Kemudian, dikhawatirkan juga perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya akan mengikuti langkah tersebut. Mengingat Jiwasraya sendiri meminta dana talangan sebesar Rp 32 triliun.
"Ini nanti menjadi kebiasaan, pesta pora di dalam satu perusahaan pemerintah lalu uang rakyat yang harus menalangi," katanya.
Padahal sebelum sampai harus ditalangi, lanjut dia, masih banyak proses yang bisa dijalankan. Salah satunya adalah pembentukan anak usaha, yakni PT Asuransi Jiwasraya Putra untuk menarik investor.
"Pembentukan Jiwasraya Putra untuk menjadi mediator dalam proses menangani gagal bayarnya itu, tetapi sampai sekarang tidak ada kepastian soal itu, padahal sudah ada tiga investor yang sudah di-bidding untuk menjadi investor baru di situ. Nah, nanti holdingisasi dan restrukturisasi juga akan dilakukan sehingga saya kira ini tidak akan sampai bail out," tambahnya.
Meskipun menolak adanya bail out, dia belum bisa menyampaikan keputusan resmi dari partainya. "Saya belum bisa bilang PDI-P (setuju atau tidak), karena kita di komisi VI baru akan dipanggil tanggal 7 Januari oleh fraksi partai kita untuk membedah kasus ini secara mendalam," jelasnya.
Sebelumnya Kementerian Keuangan juga memastikan tidak akan ada anggaran untuk Jiwasraya tahun depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
