Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 17.15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Tiongkok, Lampaui Amerika

Ilustrasi aktivitas ekspor-impor di pelabuhan. (Dok.JawaPos.com) - Image

Ilustrasi aktivitas ekspor-impor di pelabuhan. (Dok.JawaPos.com)

Konsisten di Atas 5 Persen

JawaPos.com – Sejak pandemi memorak-porandakan ekonomi pada 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru kembali menginjak level di atas 5 persen pada triwulan IV 2021. Sejak itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus konsisten tumbuh di atas 5 persen.

Terbaru, pada triwulan II 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di angka 5,17 persen.

Kembali normalnya mobilitas turut mendorong konsumsi masyarakat dan berkorelasi pada pemulihan ekonomi. ”Di tengah melambatnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh solid 5,17 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud pada konferensi pers kemarin (7/8).

Meski melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekonomi RI tumbuh konsisten di atas 5 persen hingga triwulan II 2023. Secara siklus, pertumbuhan triwulan II biasanya memang lebih tinggi daripada triwulan I.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi 5,17 persen pada triwulan II 2023 didorong oleh konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB/investasi), konsumsi pemerintah, dan konsumsi LNPRT. ”Sementara, kegiatan perdagangan luar negeri kita (ekspor-impor) terjadi kontraksi,” imbuh Edy.

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,23 persen pada triwulan II 2023. Itu didorong perayaan hari besar keagamaan (Ramadan, perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha) serta pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. ”Dari sisi daya beli ada tambahan pendapatan, yaitu THR dan gaji ke-13 yang dibayarkan pada kuartal II 2023,” katanya.

Dorongan konsumsi rumah tangga tecermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah. Kelompok konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi, antara lain, transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, serta restoran dan hotel.

Edy melanjutkan, ekspor barang mengalami kontraksi. Hal tersebut terjadi pada ekspor barang, baik migas maupun nonmigas. Sementara itu, ekspor jasa tumbuh positif. ”Ini seiring peningkatan jumlah wisman dan devisa yang masuk dari luar negeri. Kami mencatat wisman kita pada triwulan II meningkat signifikan,” tambahnya.

Secara spasial, sumber pertumbuhan ekonomi RI masih didominasi Pulau Jawa. Meski begitu, Edy menyebut proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Kalimantan tumbuh 5,56 persen pada triwulan II 2023 dan Kalimantan Timur menjadi penyumbang terbesar dengan andil 3,55 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan di gedung Kemenetrian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/8/2023).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,17 persen YoY itu lebih baik dari beberapa negara maju seperti AS hingga Singapura. ”Dibandingkan negara lain, pertumbuhan Indonesia sangat kuat dengan inflasi terkendali,” kata Airlangga di kantornya kemarin. Pertumbuhan Indonesia hanya di bawah Tiongkok 6,3 persen dan Uzbekistan 5,6 persen. ”Negara lain, Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Jerman masih mengalami kontraksi,” imbuh dia.

Pemerintah masih optimistis ekonomi RI bisa tumbuh 5,3 persen sepanjang tahun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengamini hal tersebut. Data mencatat, capaian pertumbuhan RI lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara dan kawasan. Termasuk Vietnam, Uni Eropa, AS, dan Korsel yang masing-masing tumbuh 4,1 persen; 0,6 persen; 2,6 persen; dan 0,9 persen.

”Pertumbuhan ekonomi nasional melanjutkan tren di atas 5 persen selama tujuh triwulan berturut-turut, lebih tinggi dari ekspektasi pasar bahkan dengan basis pertumbuhan yang tinggi di periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan resiliensi aktivitas ekonomi nasional di tengah perlambatan global,” paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore