Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 18.20 WIB

Gandeng Mitra Edutech, Bank Mandiri Gencarkan Pentingnya Inklusi Keuangan di Pondok Pesantren

Ilustrasi: Jumpa pers Penandatanganan Kerja Sama Bank Mandiri dengan Pondok Pesantren dalam upaya menggalakkan pentinynya inklusi dan digitalisasi keuangan di lingkungan pendidikan. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Jumpa pers Penandatanganan Kerja Sama Bank Mandiri dengan Pondok Pesantren dalam upaya menggalakkan pentinynya inklusi dan digitalisasi keuangan di lingkungan pendidikan. (Istimewa).

 
JawaPos.com - Inklusi dan digitalisasi keuangan di masyarakat terus digalakkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perseroan juga gencar melakukan edukasi mengenai pentingnya inklusi keuangan sampai ke tingkat pelosok dan pendidikan dasar dengan merangkul mitra-mitra lainnya. 
 
Terbaru, Bank Mandiri kembali menjalin kerjasama dengan pondok pesantren untuk memperkuat inklusi keuangan dan digitalisasi pesantren yang diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan SMP IT - SMA IT Al Mustaqimiyyah Bogor, Jawa Barat.
 
Penandatanganan Kerjasama dilaksanakan di pondok pesantren Al Mustaqimiyyah Bogor oleh K.H. Hafidh Mugni Ketua Yayasan dan Hermawan Handoyo Widodo Area Head Bogor Bank Mandiri, untuk wujudkan Pesantren Financial & Edutech Ecosystem, Minggu (6/8) kemarin.
 
 
Kerja sama yang dijalin tersebut merupakan solusi transaksional dan non transaksional yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan pesantren. Acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini dihadiri oleh pengurus, pengasuh, orang tua, dan wali santri.
 
Area Head Bogor Bank Mandiri Hermawan menuturkan, modernisasi pesantren melalui implementasi solusi-solusi berbasis digital merupakan salah satu kunci utama untuk dapat berkembang cepat di era digitalisasi ini dengan saling kolaborasi, melakukan inovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan jaman
 
"Sehingga pondok pesantren yang ada dapat menjadi pesantren yang modern, serba digital termasuk dalam tata kelola keuangan. Santri-santri mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sudah terbiasa melakukan transaksi secara non tunai sehingga terciptanya cashless society di ekosistem pesantren," kata Hermawan.
 
 
Selain itu, dalam hal akademis juga didukung dengan solusi education technology (Edutech) untuk kemudahan tata kelola pesantren secara digital, tuturnya.
 
Dalam kesempatan yang berbeda, Senior Vice President Bank Mandiri Region V Jakarta Sulaeman selaku Regional CEO yang mengkoordinir Bank Mandiri Area Jakarta Selatan, Bogor dan Depok menuturkan, Perseroan juga berupaya memperkuat inklusi keuangan dan digitalisasi pondok pesantren dengan mengembangkan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri.
 
"Ini akan dapat meningkatkan efisiensi pesantren melalui berbagai solusi, antara lain solusi collection (penerimaan), solusi likuiditas dan solusi payment (pembayaran)," ungkap Sulaeman.
 
Berbagai solusi ini telah didesain untuk dapat mengakomodir aneka kebutuhan nasabah dalam memperkuat transformasi digital pesantren atau pelaku usaha sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas anggaran. Platform ini juga akan saling mendukung dengan Financial Super Apps Livin’ by Mandiri sebagai solusi nasabah retail.
 
 
Tidak hanya solusi Finansial Digital saja, namun kerjasama dibidang Education Technology (Edutech) juga diimplementasikan melalui Kopra Partnership, didukung sepenuhnya oleh Pintro selaku mitra Bank Mandiri untuk kemudahan tata kelola dan akademis pesantren serta digitalisasi kartu santri (smart card) yang dapat di top up saldo dan monitor utilisasinya melalui Mobile Apps atau Portal Pintro oleh orang tua santri.
 
Pada kesempatan tersebut, CEO & Founder Pintro Syarif Hidayat mengungkapkan, perusahaan berkomitmen memberikan layanan sistem manajemen lembaga Pendidikan terbaik dengan menyediakan sistem keuangan digital khusus pesantren guna meningkatkan mutu dan menciptakan inklusi keuangan pendidikan nasional. 
 
“Sistem yang kami bangun ini berfungsi untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa seperti SPP dan tagihan regular lainnya dengan lebih dari 50 channel pembayaran, termasuk pembayaran di mandiri agen, indomaret, alfamart, kantor pos, bank daerah, dana, gopay dan lain-lain. Selain itu kami juga menyediakan solusi Education Technology (Edutech) untuk kemudahan akademis dan tata kelola pesantren secara digital,” terang Syarif.
 
 
Sehingga harapan kedepannya, lembaga pendidikan, khususnya pesantren dapat berfokus untuk memajukan dunia pendidikan dan tidak kesulitan dengan urusan tagihan.
 
Sementara itu, Ketua Yayasan SMP IT - SMA IT Al Mustaqimiyyah Bogor K.H. Hafidh Mugni menyampaikan, kerja sama ini juga merupakan ikhtiar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan terus berinovasi seiring dengan era digital ini serta mendukung inklusi keuangan dengan membangun kerjasama strategis bersama Bank Mandiri dan Pintro untuk menghadirkan kemudahan pembayaran digital serta modernisasi tata kelola pesantren.
 
 
"Sehingga orang tua santri dapat melakukan pembayaran tagihan pendidikan anak dari mana saja dan kapan saja dengan berbagai opsi pembayaran yang tersedia baik perbankan maupun non perbankan," jelas Hafidh.
 
Ia menambahkan, pilot project kerjasama ini sebagai bentuk transformasi digital dalam modernisasi pesantren dan diharapkan dapat menjadi role model bagi pondok pesantren lainnya yang berada di daerah Bogor dan daerah lainnya secara bertahap.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore