
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pers DHE SDA di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan, bahwa inflasi turun lebih cepat dari perkiraan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Juli 2023 mencapai 3,08 persen secara Year-on-Year (YoY). Sejalan dengan kebijakan suku bunga acuan, stabilisasi nilai tukar rupiah, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP), dan insentif bagi pemerintah daerah.
"Yang berhasil mengendalikan inflasi pangan, diberikan insentif dan terus kita komunikasi kepada publik untuk ekspektasi inflasi ini," jelasnya dalam paparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Perry menegaskan, kebijakan BI tetap dengan stance mendorong pertumbuhan ekonomi, meski juga mewaspadai kondisi global. Sebab, ketidakpastian ekonomi dunia masih tidak menentu.
"Makanya kalau bisa suku bunga tetap dulu, tapi pokoknya kita melakukan stabilisasi nilai tukar," ujar lulusan Iowa State University itu.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan inflasi tahunan masih akan terus menurun sepanjang paruh kedua 2023. Sehingga, inflasi akan berada dalam kisaran target 2-4 persen untuk sisa tahun ini. Apalagi, harga pangan terkendali.
Meski demikian, El Nino dan cuaca ekstrem menghadirkan dua tantangan. Maka, dampaknya terhadap inflasi pangan perlu diantisipasi secara hati-hati. Mengenai risiko inflasi impor, Faisal menilai relatif terbatas. Karena aliran masuk modal bersih dan surplus perdagangan Indonesia yang masih berlanjut.
"Faktor-faktor tersebut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga pada tingkat tertentu mengurangi potensi dampak inflasi impor," terang Faisal kepada Jawa Pos.
Kemungkinan, lanjut dia, inflasi mencapai sekitar 3 persen pada akhir tahun ini. Tentu dengan catatan, jika pemerintah mengelola harga dan pasokan pangan secara efektif.
"Dengan begitu, memberikan ruang bagi BI untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya walaupun bank-bank sentral utama global masih bersikap hawkish," jelasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
