Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 17.43 WIB

The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps dan Masih Berpeluang Naik Pada September Mendatang

Jerome Powell - Image

Jerome Powell

JawaPos.com - Bank Sentral Amerika (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,25 - 5,5 persen. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan peluang kenaikan suku bunga akan kembali dilanjutkan pada pertemuan September mendatang.

Kenaikan suku bunga acuan ini tercatat sebagai ke-11, sejak The Fed memulai kampanye kenaikan suku bunga yang agresif pada Maret 2022, membawa suku bunga dana federal ke level tertinggi sejak awal 2001.

"Komite Pasar Terbuka Federal akan terus menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter," Jerome Powell, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (27/7).

Dia juga mengatakan bahwa peluang kenaikan masih ada, meskipun berlanjutnya perlambatan inflasi dan data ekonomi yang lebih lemah akan mendorong The Fed untuk menghentikannya.

Dalam konferensi pers setelah langkah kebijakan terbaru Fed, kepala Fed mengatakan bank sentral sangat memperhatikan "totalitas" data yang masuk. Khususnya mempelajarinya terkait tanda-tanda bahwa ekonomi sedang menuju periode pertumbuhan "di bawah tren" yang menurut Powell diperlukan agar inflasi turun.

Seperti yang dinyatakan setelah pertemuannya bulan lalu, The Fed mengatakan akan mengamati data yang masuk dan mempelajari dampak kenaikan suku bunga terhadap ekonomi. Terutama dalam menentukan sejauh mana penguatan kebijakan tambahan yang mungkin tepat untuk mencapai target inflasinya.

Meskipun data inflasi sejak pertemuan Fed 13-14 Juni lebih lemah dari yang diharapkan, pembuat kebijakan enggan untuk mengubah pendekatan hawkish mereka sampai ada lebih banyak kemajuan dalam mengurangi tekanan harga.

Dalam proyeksi terbaru yang dikeluarkan pada akhir pertemuan Juni, 12 dari 18 pembuat kebijakan mengatakan mereka mengantisipasi setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi akan diperlukan pada akhir tahun ini agar kondisi keuangan cukup ketat untuk memastikan inflasi terus menurun.

Powell mengatakan keputusan akan terus dibuat berdasarkan pertemuan demi pertemuan dan bahwa para pejabat hanya dapat memberikan panduan terbatas tentang kebijakan moneter selanjutnya.

"Sangat mungkin bahwa kita akan menaikkan suku bunga dana (federal) lagi pada pertemuan September jika data diperlukan, dan saya juga akan mengatakan bahwa mungkin kita akan memilih untuk tetap stabil pada pertemuan, jika itu adalah keputusan kebijakan yang tepat," ujar Powell.

Dia memperingatkan, bagaimanapun, untuk tidak mengharapkan pelonggaran suku bunga jangka pendek. "Kami akan merasa nyaman memangkas suku bunga ketika kami merasa nyaman memangkas suku bunga, dan itu tidak akan terjadi tahun ini," tutur Powell.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore