
Menkeu Sri Mulyani saat membuka Profesi Keuangan Expo 2023 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. (Istimewa).
JawaPos.com - Profesi keuangan sektor Indonesia harus siap mengawal perekonomian yang makin penuh tantangan. Hal ini bisa dilakukan dengan menyusun risiko dengan cermat, menyampaikan informasi dengan akurat dan kredibel, serta menjunjung tinggi integritas profesinya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan ini saat membuka Profesi Keuangan Expo 2023 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. Perhelatan ini diinisiasi Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemenkeu bekerja sama dengan 13 asosiasi profesi di bawah pembinaan Kemenkeu, termasuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Menurut Sri Mulyani, belajar dari krisis keuangan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, mulai dari krisis moneter tahun 1998, krisis keuangan tahun 2008, hingga krisis akibat pandemi Covid-19 yang baru saja usai, profesi keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam mengantisipasi dan mengatasi dampak krisis.
Para profesional dan generasi muda perlu memahami dan mempelajari mengapa keuangan dapat menjadi sumber krisis dan mengapa keuangan memiliki konsekuensi penting dalam sebuah perekonomian.
“Karena itu, profesi keuangan harus bisa menjaga tingkat kepercayaan publik, menjaga independensi dan integritas profesional, serta selalu menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Para profesional keuangan diharapkan untuk lebih mendalam dalam menjelaskan sifat risiko terkait dengan perubahan iklim kepada pembuat kebijakan di berbagai sektor, termasuk korporasi, sektor keuangan, bank, asuransi, pensiun, pasar modal, dan pemerintah.
“Para profesional keuangan harus mampu melakukan penilaian risiko dengan cermat,” ujar Menkeu.
Sejalan dengan hal tersebut, IAI sebagai asosiasi yang menaungi akuntan profesional di seluruh Indonesia, selalu mendukung setiap upaya meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola dalam perekonomian.
Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana menegaskan, di tengah berbagai tantangan, profesi akuntan akan selalu berada pada khittahnya sebagai penjaga integritas perekonomian, melalui tugas dan fungsi keprofesian yang dijalankannya.
“Dalam profesi kita, integritas dan profesionalisme adalah mahkota. Karena itu profesi akan selalu menjaga integritas dan profesionalisme anggotanya melalui penegakan etika dan standar profesi,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
