Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 01.37 WIB

Beredar Modus Phishing dan Scamming di WhatsApp, BNI Imbau Nasabah Tetap Waspada

Beredar modus phishing dan scamming mengatasnamakan bank BNI di media sosial. - Image

Beredar modus phishing dan scamming mengatasnamakan bank BNI di media sosial.

 
JawaPos.com - Belakangan ini banyak beredar di media sosial (medsos) khususnya di WhatsApp mengenai pengumuman kenaikan transaksi yang mencatut nama BNI. Diketahui, ini merupakan modus kejahatan siber yakni phishing dan scamming yang memanfaatkan rasa takut pengguna untuk memancing mereka melakukan hal-hal tertentu dan mengikuti kemauan para penjahat siber.
 
Untuk itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau (BNI) mengimbau kepada para nasabah untuk berhati-hati dengan kejahatan pembobolan rekening dengan modus penipuan berkedok kenaikan biaya transaksi mengatasnamakan BNI yang disebar melalui aplikasi pesan elektronik, email, dan media sosial. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI tidak memiliki rencana untuk menaikkan tarif transaksi antarbank.
 
Oleh karena itu, dia menegaskan informasi yang mengatasnamakan BNI tersebut adalah hoax dan merupakan upaya penipuan. Okki mengingatkan nasabah untuk tetap berhati-hati dan tidak membuka link atau tautan attachment mencurigakan yang dikirim melalui email atau pesan WhatsApp dari alamat dan nomor yang tidak dikenal.
 
"Harap selalu berhati-hati. Selalu pastikan untuk melakukan pemantauan berkala dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan cek riwayat rekening," kata Okki melalui keterangan resminya, Rabu (19/7).
 
Dia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan BNI. Menurut Okki, penting bagi nasabah untuk selalu melakukan verifikasi keaslian surat atau pemberitahuan yang diterima dengan menghubungi saluran resmi BNI yang telah terverifikasi.
 
Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi, nasabah dapat menghubungi hanya melalui saluran resmi bank BNI melalui WhatsApp ke nomor 08115881946. BNI juga memiliki beberapa akun medsos yang asli dan terverifikasi sebagai bukti kepada masyarakat bahwa medsos tersebut merupakan yang asli.
 
"BNI mengimbau nasabahnya untuk tetap waspada terhadap upaya penipuan dan kejahatan digital serta tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak terpercaya. Kehati-hatian dalam bertransaksi dan menjaga keamanan data pribadi adalah langkah yang penting untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan digital," pungkas Okki.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore