Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Istimewa)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia berakhir lebih tinggi pada hari Rabu atau Kamis pagi waktu Indonesia dengan patokan berjangka Brent tembus USD 80 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Harga tersebut pecah rekor setelah data inflasi AS memacu harapan bahwa Federal Reserve atau The Fed berpeluang rendah terhadap kenaikan suku bunga.
Mengutip Reuters, Kamis (13/7), data AS menunjukkan harga konsumen naik moderat pada bulan Juni dan mencatat kenaikan tahunan terkecil dalam lebih dari dua tahun. Pasar mengharapkan kenaikan suku bunga, tetapi pedagang minyak berharap sekali saja.
Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak. "Ini adalah angka terendah sejak pandemi, tetapi penting untuk diingat bahwa ini masih merupakan situasi sementara. Namun secara keseluruhan, para pedagang menyambut baik acara ini," kata Naeem Aslam, kepala investasi di Zaye Capital Markets.
Brent berjangka ditutup naik 71 sen atau 0,9 persen menjadi USD 80,11 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 92 sen atau 1,2 persen menjadi USD 75,75 per barel.
Prakiraan dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) dan Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan pengetatan pasar hingga 2024. IEA memperkirakan pasar minyak akan tetap ketat pada paruh kedua tahun 2023.
Mengutip permintaan yang kuat dari Tiongkok dan negara berkembang dikombinasikan dengan pengurangan pasokan dari produsen terkemuka. "Neraca minyak semakin ketat baik ketika pasokan diturunkan, atau permintaan direvisi naik. Jika keduanya terjadi pada saat yang sama, perubahannya bisa menjadi seismik," kata analis PVM Tamas Varga mengacu pada prospek EIA.
"Jelas, tidak khawatir tentang resesi yang disebabkan oleh inflasi yang berpotensi mengurangi konsumsi minyak global," imbuhnya.
Sementara itu, produsen utama Arab Saudi pekan lalu berjanji untuk memperpanjang pengurangan produksi 1 juta barel per hari pada Agustus, sementara Rusia akan memangkas ekspor sebesar 500.000 barel per hari.
Menekan harga adalah laporan Administrasi Informasi Energi AS tentang peningkatan stok minyak mentah AS yang jauh lebih besar dari perkiraan hampir 6 juta barel minggu lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
