Bisnis lampu LED mulai bergeliat.
JawaPos.com–Bisnis lampu LED mulai bergeliat seiring dengan banyaknya perbaikan ataupun pembangunan gedung pasca terhenti akibat pandemi Covid-19. Sejumlah pemain baru di bisnis itu pun tancap gas, berlomba merebut pasar yang makin menggemuk. Tidak terkecuali PT Proled Sukses Makmur, Distributor KINGLED dan MCLED wilayah Jatim dan Indonesia bagian Timur.
”Sudah mulai membaik. Kalau dibanding sebelumnya, ada kenaikan penjualan sekitar 10 hingga 15 persen, tidak seperti saat Covid kemarin,” ujar Direktur Utama PT Proled Sukses Makmur Distributor KINGLED wilayah Jatim dan Indonesia bagian Timur Gunarmin Sutjito di Surabaya.
Melihat kondisi tersebut, KINGLED dan MCLED memiliki optimisme besar untuk bisa menguasai 20 hingga 30 persen pasar lampu LED Jawa Timur. Kepercayaan itu karena produknya memiliki berbagai keunggulan dan daya saing tinggi.
”Saya optimistis bisa menguasai pasar Jatim, mungkin bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen. Karena kami unggul di pelayanan yang tepat dan cepat, pengiriman cepat serta servis yang memuaskan. Produk kami juga memiliki kualitas yang bagus dengan harga kompetitif,” ungkap Gunarmin Sutjito.
Menurut dia, produk KINGLED dan MCLED sudah mulai masuk pasar Jatim sejak tahun lalu. Tapi karena masih pandemi, penjualan tidak maksimal. Pembatasan pergerakan manusia menjadi penyebab utama mandegnya hampir seluruh bisnis.
”Tahun ini kami mulai gencar. Tidak hanya menyasar industri dan pemerintahan, kami juga akan masuk pasar ritel di seluruh Jatim. Kalau di Sumatra kami sudah lama dikenal di antaranya Aceh, Medan, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Lampung, juga di Jakarta dan Bandung,” terang Gunarmin Sutjito.
Menurut Gunarmin, saat ini konsumen terbesar yang mempercayakan penerangan gedung ataupun jalan kepada KINGLED dan MCLED adalah dari korporasi, industri atau pabrik, developer perumahan, rumah sakit, pelabuhan dan bandara, serta pemerintah. Mekanik kelistrikan juga banyak yang merekomendasikan penggunaan produk KINGLED dan MCLED.
”Ada sekitar 30 lebih perusahaan yang telah bekerja sama. Hingga tahun depan, saya optimistis konsumen dari korporasi dan pemerintah bisa mencapai lebih dari 100 konsumen karena banyak yang saat ini sedang melakukan uji coba menggunakan produk kami,” ucap Gunarmin Sutjito.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
