Photo
JawaPos.com - Harga minyak turun 1 persen pada Selasa (11/7) pagi waktu Indonesia di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kenaikan suku bunga AS atau The Fed. Namun, pemotongan pasokan minyak mentah dari eksportir minyak utama Arab Saudi dan Rusia membatasi kerugian.
Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka turun 78 sen atau 1 persen menjadi USD 77,69 per barel setelah menyentuh level tertingginya pada dua bulan sebelum perdagangan sesi ini. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 87 sen, atau 1,2 persen menjadi USD 72,99.
"Pedagang sangat gugup tentang suku bunga lebih tinggi yang dapat mematikan permintaan dengan sangat cepat," kata Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior perdagangan di BOK Financial.
Dia juga mengatakan bahwa beberapa investor juga terlibat dalam aksi ambil untung pada kenaikan harga pekan lalu. Kedua harga minyak tolak ukur naik lebih dari 4,5 persen minggu lalu setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan pengurangan produksi baru.
Dengan total pengurangan oleh grup OPEC+ menjadi sekitar 5 juta barel per hari (bpd), atau sekitar 5 persen dari permintaan minyak global. Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly pada hari Senin (10/7) kembali mengatakan keyakinannya bahwa dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi yang masih terlalu tinggi.
Sementara Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat lalu kenaikan pekerjaan bulanan terkecil dalam 2-1/2 tahun bersama dengan pertumbuhan upah yang kuat. Data memperkuat kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.
Sementara itu, permintaan minyak dari China dan negara berkembang dikombinasikan dengan pengurangan pasokan OPEC+, kemungkinan akan membuat pasar tetap ketat pada paruh kedua tahun ini. Meskipun ekonomi global sedang lesu, kata kepala Badan Energi Internasional (IEA).
Pasar juga fokus pada rilis data Indeks Harga Konsumen AS, laporan inflasi utama, dan sejumlah laporan ekonomi dari China akhir pekan ini untuk memastikan permintaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022