
Ilustrasi. Penambangan minyak mentah di laut Indonesia.
JawaPos.com - Minyak mentah AS naik sekitar 3 persen pada Rabu (5/7) waktu setempat. Kenaikan ini mempersempit selisih harga dengan patokan global Brent usai pengurangan pasokan yang diumumkan pada hari Senin oleh Arab Saudi dan Rusia.
Mengutip Reuters, minyak mentah antara West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 2 dari penutupan Senin (3/7), atau 2,9 persen menjadi menetap di USD 71,79 per barel. Minyak mentah Brent berjangka naik 40 sen atau 0,5 persen. Menjadi menetap USD 76,65 per barel, setelah naik USD 1,60 per barel pada Selasa (4/7).
Tidak ada penyelesaian WTI pada Selasa (4/7), karena hari libur AS. Sehingga, perdagangan pada hari Rabu mengejar kenaikan Brent pada hari sebelumnya. Kedua tolok ukur mencapai level tertinggi dalam hampir dua minggu selama sesi hari Rabu.
Arab Saudi merupakan pengekspor minyak mentah terbesar dunia. Pada Senin (3/7) menyatakanakan memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bpd) hingga Agustus. Sementara itu, Rusia dan Aljazair menurunkan tingkat produksi dan ekspor Agustus masing-masing sebesar 500.000 bpd dan 20.000 bpd.
"Kerja sama minyak Rusia-Saudi masih kuat sebagai bagian dari aliansi OPEC+ yang akan melakukan apapun untuk mendukung pasar," kata Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman.
Di bagian lain, analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pemotongan sukarela Juli dan perpanjangan hingga Agustus akan sangat memperketat pasar minyak. Namun, investor akan tetap menunggu sampai persediaan minyak menunjukkan penurunan yang substansial.
Stok minyak mentah AS turun sekitar 4,4 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bensin dan sulingan naik, menurut sumber pasar mengutip angka American Petroleum Institute.
Harga minyak sebagian besar tidak berubah mengikuti data API, yang dirilis setelah penyelesaian Rabu (5/7). Data pemerintah tentang persediaan AS akan dirilis pada pukul 11:00 EDT (1500 GMT) pada hari Kamis.
Morgan Stanley menurunkan perkiraan harga minyaknya, memprediksi surplus pasar pada paruh pertama tahun 2024 dengan pasokan non-OPEC tumbuh lebih cepat dari permintaan tahun depan.
Survei terbaru menunjukkan kemerosotan dalam aktivitas pabrik global mencerminkan permintaan yang lesu di China dan Eropa.
Perhatian pasar juga terfokus pada suku bunga, dengan bank sentral AS dan Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menjinakkan inflasi yang tinggi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
