Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 23.46 WIB

EBAS BSI-SMF Resmi Melantai di Bursa, Oversubsribed 126 Persen

Efek Beragun Aset Syariah (EBAS) hasil kerja sama antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin Senin (19/6) - Image

Efek Beragun Aset Syariah (EBAS) hasil kerja sama antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin Senin (19/6)

JawaPos.com - Efek Beragun Aset Syariah (EBAS) hasil kerja sama antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin Senin (19/6). Yakni, EBAS-SP SMF-BRIS01 yang merupakan efek hasil proses transaksi sekuritisasi aset pembiayaan rumah senilai Rp 325 miliar milik BSI yang diterbitkan oleh SMF.

EBAS-SP SMF-BRIS01 mengantongi peringkat AAA dari Pefindo dengan imbal hasil 7 persen. Produk ini diterbitkan dalam 2 tranches. Yaitu kelas A yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum dan kelas B sebagai kelas subordinasi yang berfungsi melindungi kelas A.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi Sekuritisasi mengatakan, aset pembiayaan rumah milik BSI yang diterbitkan SMF senilai Rp 325 miliar telah terserap dengan baik oleh investor ritel, korporasi dan berbagai yayasan dana pensiun. Bahkan oversubscribed sampai 126 persen. Artinya, animo investor dan para pelaku keuangan syariah sangat tinggi terhadap diversifikasi investasi syariah yang aman, cepat dan mudah.

"Terlebih, imbal hasil yang ditawarkan mencapai 7 persen lebih tinggi di atas rata-rata investasi seperti deposito, sukuk maupun reksa dana," ungkapnya.

Bagi BSI, sekuritisasi aset tersebut merupakan salah satu strategi recycle aset yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi dan bertenor panjang. Salah satunya, pembiayaan perumahan atau Griya yang tumbuh 14,79 persen secara tahunan mencapai Rp 49 triliun pada kuartal I 2023.

Dalam transaksi sekuritisasi aset ini, BSI sebagai originator (pemilik awal dari portofolio yang disekuritisasi) dan collecting alias servicing agent. "Ini memberikan benefit tambahan bagi BSI, yaitu sebagai tambahan likuiditas, efisiensi CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai), serta peningkatan fee based income," terang Hery.

Dia berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan double digit. "Sekitar 12 sampai 15 persen," imbuhnya. Hingga saat ini permintaan pembiayaan Griya paling banyak dengan ticket size Rp 400 jutaan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin menuturkan, EBAS-SP SMF-BRIS01 dapat menjadi pilihan instrumen investasi syariah baru bagi masyarakat selain saham, sukuk, dan reksadana. Sehingga dapat memberikan multiplier effect yang positif terhadap perekonomian dan keuangan syariah di tanah air.

Selain itu turut mendukung langkah pemerintah dalam pengembangan industri halal. "Dimana BSI diharapkan terus menjadi lokomotif yang mendorong kemajuan bagi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia," ucap Ma'ruf Amin.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore