Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2017 | 01.00 WIB

Ekonomi Membaik, Ketum HIPMI Minta Peserta Simposium TMP Tetap Optimis

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia saat berpidato di Simposium Nasional TMP. - Image

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia saat berpidato di Simposium Nasional TMP.

JawaPos.com - Generasi anak muda Indonesia harus paham dengan posisi ekonomi Indonesia di tengah persaingan global. Pasalnya, saat ini angka gini rasio atau kesenjangan adalah 0,5 persen, dengan jumah 1 persen orang yang menguasai sekitar 54 persen sumber daya alam Indonesia.


Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, dalam simposium nasional yang diselenggarakan Taruna Merah Putih (TMP) di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin, (14/8).


Simposium ini terdiri dari tiga panel. Dalam Panel kedua, Bahlil Rosan bicara tentang Daya Saing Indonesia di Tengah Perekonomian Dunia. 


Selain Bahlil, dalam panel kedua ini hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengusaha nasional Chairul Tanjung dan Ketua Umum KADIN Rosan P Roeslani. Acara ini dipandung langsung oleh Ketua Umum TMP Maruarar Sirait.


Bahlil menilai, jumlah pengusaha Indonesia masih di bawah 2 persen. Padahal bila negara mau sukses harus mempunyai minimal 2 persen pengusaha. Saat ini, jumlah pengusaha di Singapura mencapai 7 persen, dan Thailand mencapai 5 persen.


Berdasarkan data perekonomian yang ada, Bahlil mengungkapkan, saat ini ada sekitar 5 juta mahasiswa Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 83 persen mau menjadi karyawan. Sementara hanya 4 persen yang bercita-cita menjadi pengusaha, dan sisanya mau jadi politisi.


"Ini di antara persoalan kita. Di India, ijazah sarjana bisa jadi agunan. Di kita itu gak bisa. Cuma tanda anggota DPR dan sertifikat PNS yang bisa agunan untuk modal. Padahal di India, ijazah bisa jadi agunan hingga mempercepat peningkatan ekonomi," ungkapnya. 


Bahlil pun meminta pemerintah lebih berpihak kepada para pengusaha pemula. Selama ini, pengusaha pemula sangat kesulitan dalam mendapatkan modal dari bank karena begitu banyak syarat yang merepotkan.


"Kita ada potensi baik. Di antara 20 negara dengan pertumbuhan negara paling tinggi, kita urutan nomor tiga dalam pertumbuhan ekonomi di bawah China dan India. Pertumbuhan kita 5 persen," ungkapnya, dengan optimis.


Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum TMP Maruarar Sirait mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat serius dan bekerja keras dalam mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia. 


Jokowi terbukti fokus membangun Indonesa dari daerah dan pinggiran meningkatkan sektor infrastruktur. Harapnnya tentu bisa meningkatkan lapangan tenega kerja dan akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. 


“Jokowi juga membuat program dan sudah membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Di era Jokowi juga dana untuk desa disalurkan begitu besar,” paparnya.


Ratusan orang dalam berbagai elemen hadir dalam acara ini yang sangat meriah ini. Di antaranya Ketua Umum GMKI, KAMMI, PMKRI, HMI, IMM, GMNI, Hikmahbudhi, KMHDI, Pemuda Muhammdiyah, GP Ansor, KNPI dan lain-lain. 


Acara juga dihadiri sayap organisasi PDI Perjuangan seperti Repdem, Banteng Muda Indonesia, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan lain-lain. 


Selain itu, hadir juga organisasi sayap dari partai lain seperti Sapma Hanura, Matara PAN, AMPG Gokar dan Garda Nasdem. Hadir juga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta dan para Ketua OSIS dari berbagai sekolah. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore