Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 19.55 WIB

Arcandra Beberkan Tantangan Pembangunan PLTN

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar - Image

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar

JawaPos.com - Pemerintah berencana membuat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Tujuannya tentu ingin mencari sumber energi lainnya yang lebih efisien.


Sayangnya, pembangunan PLTN tidak serta merta bisa dibangun begitu saja. Ada tantangan yang harus dilalui pemerintah agar pembangunan PLTN bisa terealisasi.


Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengungkapkan, tantangan itu hadir dari sisi komersial. Pemerintah harus mencari solusi agar pengembangan pembangkit listrik harus berbiaya murah namun tetap optimal.


Sebab jika tidak, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan terbebani dalam pengoperasionalan pembangkit tersebut.


"Kita lebih fokus kepada yang aspek komersial, bisnis, kalau harga lebih mahal akan ada subsidi. Apakah akan membebani PLN? Iya. Ada yang bilang harga biaya pokok produksi (BPP) bisa dibawah 9-13 sen. Tapi itu nggak ada bukti," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (3/11) malam.


Di sisi lain, banyak yang menilai tantangan dari pembangunan PLTN adalah dari sisi peraturannya. Pengembangan PLTN juga terkendala oleh beberapa masalah terkait implementasi di lapangan.


"Ada orang melihat dari sisi peraturan, strategi, tapi dalam UU itu nggak membahas tidak boleh membangun nuklir, tapi boleh," tandasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore