JawaPos Radar

Bank Mandiri Kaji Aturan DP KPR Nol Persen

01/07/2018, 16:23 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Bank Mandiri Kaji Aturan DP KPR Nol Persen
Bank Mandiri masih menunggu respon developer terhadap penerapan aturan Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 mendatang yang membebaskan aturan pembayaran down payment (DP). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Salah satu perbankan plat merah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih mengkaji penerapan aturan Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 mendatang yang membebaskan aturan pembayaran down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah pertama.

“LTV kita masih pelajari karena memang secara umum positif karena memang peluang buat membeli rumah pertama ya,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta seperti diberitakan, Minggu (1/7).

Meskipun demikan, Kartika mengaku, kebijakan tersebut dapat mendongkrak  permintaan KPR masyarakat, sehingga dapat mengurangi kebutuhan perumahan di Indonesia.

“Jadi harusnya bisa memberikan stimulasi untuk pembeli rumah pertama maupun developer untuk membangun lebih banyak rumah,” tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya, dengan LTV yang rendah pengembang dapat meningkatkan kemampuan penyediaan unit dan dana yang cukup dalam membantu pemberian KPR rumah pertama.

“LTVnya bisa rendah dan juga untuk pengembang bisa memberikan penarikan untuk KPR nya bisa lebih cepat untuk dana cash-nya. Tapi kan kita enggak tau demand-nya kita lihat masih belum terlalu meningkat. Kita lihat nanti dengan kebijakan ini respon ke developer seperti apa, mudah-mudahan nanti developer akan punya cashflow untuk lebih cepat bangun lebih banyak unit,” tandasnya.

Kartiko mengaku, pertumbuhan KPR saat ini sekitar diangka 10 persen lantaran mengimbangi persaingan yang ketat.

“Kalo KPR kan perjaminan ya, jadi semua bank agresif termasuk subungnya ya, nah harapan kita developernya bisa lebi punya room untuk bangun lebih banyak unit. Kalo kemarin developernya kan terbatas bangun unitnya karena cashflownya kan agak berat pembayarannya agak di belakang,” tandasnya.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up