
Asbisindo Institute bersama platform edutech VOCASIA resmi meluncurkan platform e-learning terintegrasi guna memperkuat kompetensi lebih dari 50.000 bankir syariah. (Istimewa).
JawaPos.com – Ekosistem ekonomi syariah terus dikembangkan lewat sejumlah inisitif. Terbaru, Asbisindo Institute bersama platform edutech VOCASIA resmi meluncurkan platform e-learning terintegrasi guna memperkuat kompetensi lebih dari 50.000 bankir syariah di Indonesia menjawab tantangan digitalisasi serta memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Anggoro Eko Cahyo di BSI Tower, Jakarta, Rabu, mengungkapkan bahwa kehadiran platform dutech VOCASIA merupakan upaya asosiasi dalam mendorong penyegaran (refreshment) kompetensi bagi para bankir di tengah kesibukan operasional mereka.
“Pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi sarana penting untuk mengakses ilmu tanpa batas ruang dan waktu. Platform ini adalah wadah berbagi pengetahuan yang scalable dan selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Anggoro yang juga Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ketua Asbisindo Institute, Wahyu Avianto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan perpanjangan tangan dari cetak biru pengembangan SDM sektor jasa keuangan milik OJK. Saat ini, terdapat sekitar 71 hingga 91 jenis kompetensi yang harus dipenuhi oleh insan perbankan.
"Bankir itu punya kesibukan tinggi, jadi kita kembangkan cara learning yang lebih fleksibel di era kekinian. Semuanya serba digital 24/7. Meski berbasis aplikasi dan dapat diakses via ponsel, kami tetap memastikan standar fasilitator dan materi melalui review ketat bersama LSP Keuangan Syariah," jelas Wahyu.
Untuk tahap awal, platform yang dapat diakses melalui asbisindoinstitute.vokasia.id ini fokus pada Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko (PPSMR) Jenjang 4 hingga 6. Sementara untuk Jenjang 7 (level direksi), pelatihan tetap dilakukan secara luring (offline) untuk menjaga kedalaman interaksi strategis.
Sementara itu, Chairman VOCASIA Farid Subkhan mengutip arahan dari Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia Muliaman Darmansyah Hadad yang menyebut masih adanya digital gap dalam pengembangan SDM yang selama ini belum terorkestrasi dengan baik.
"Kehadiran kita untuk membantu agar insan perbankan syariah terorkestrasi dalam satu platform e-learning," ungkap Farid.
Farid menambahkan, kolaborasi ini telah diinisiasi selama hampir satu tahun untuk menemukan model terbaik. Ke depan, platform ini akan terus dikembangkan untuk mencakup seluruh kamus kompetensi OJK dan mengajak para ahli perbankan syariah untuk bergabung sebagai instruktur digital.
Melalui pendekatan self-paced learning, para profesional perbankan syariah kini dapat mengakses konten video terkurasi, modul aplikatif, dan diskusi interaktif kapan saja, guna mendorong standarisasi kompetensi dan kesiapan menghadapi dinamika industri keuangan yang semakin kompleks.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
