
Ilustrasi Jamkrindo catat kenaikan laba pada 2025. (Istimewa)
JawaPos.com–Dorongan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan penguatan ekosistem keuangan syariah kini menjadi salah satu fokus utama sektor jasa keuangan nasional. Di tengah tantangan risiko kredit dan kebutuhan pembiayaan produktif yang terus meningkat, peran lembaga penjamin, khususnya berbasis syariah, kian strategis sebagai penyangga stabilitas sekaligus pendorong inklusi keuangan.
Dalam konteks ini, industri penjaminan syariah mulai menunjukkan sinyal pertumbuhan yang lebih solid. Perbaikan kualitas pembiayaan, penguatan manajemen risiko, hingga meningkatnya permintaan terhadap skema pembiayaan berbasis prinsip syariah menjadi faktor pendorong utama.
Kondisi tersebut tercermin dari kinerja PT Penjaminan Jamkrindo Syariah yang mencatat lonjakan laba signifikan sepanjang 2025. Berdasar laporan keuangan yang telah diaudit, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 141,03 miliar, meningkat tajam dari Rp 54,11 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi fundamental, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 2,46 triliun, naik dari Rp 2,41 triliun pada 2024. Ekuitas juga menguat menjadi Rp 1,41 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang semakin kokoh di tengah ekspansi bisnis.
Kinerja operasional turut mengalami perbaikan. Laba sebelum zakat dan pajak mencapai Rp 168,37 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp 54,13 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong strategi seleksi portofolio penjaminan yang lebih ketat, perbaikan kualitas underwriting, serta optimalisasi pendapatan investasi.
Direktur Utama Jamkrindo Syariah Hari Purnomo menyebut, capaian ini sebagai hasil konsistensi transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan.
”Kinerja positif ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perusahaan, baik dari sisi manajemen risiko, efisiensi operasional, maupun pengembangan bisnis yang lebih berkualitas. Kami optimistis tren ini dapat terus berlanjut,” ujar Hari Purnomo.
Selain laba bersih, perusahaan juga mencatatkan penghasilan komprehensif sebesar Rp 161,69 miliar, yang semakin memperkuat posisi keuangan secara keseluruhan. Dari sisi tata kelola, laporan keuangan 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari RSM Indonesia. Capaian ini mencerminkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.
Perusahaan juga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan regulator, termasuk pemenuhan rasio gearing sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
