Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 00.29 WIB

Bank Muamalat Genjot Bancassurance, BSI Catat Tren Positif Cicil dan Gadai Emas

Harga emas Antam turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.890.000 per gram. (dok. JawaPos.com) - Image

Harga emas Antam turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.890.000 per gram. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Perbankan syariah makin ekspansif. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mendorong bisnis bancassurance. Sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan cicil emas.

Bank Muamalat menggandeng Asuransi Salam Hijrah Sejahtera (Sahaja) milik Sun Life Indonesia. Sehingga nasabah mendapatkan one stop service solution dari manfaat produk hingga polis asuransi.

"Memasarkan langsung produk asuransi bukan hal baru bagi Bank Muamalat. Apalagi seluruh customer service telah tersertifikasi sebagai tenaga pemasar produk asuransi dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI)," ujar Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono, Selasa (9/9).

Per Juli 2025, bisnis bancassurance Bank Muamalat mencatatkan volume penjualan tumbuh 85 persen Year-on-Year (YoY). Sejalan dengan reposisi segmen usaha bank ke ritel.

Didukung kesadaran masyarakat urban dalam mengantisipasi risiko dengan proteksi asuransi jiwa berbasis syariah. "Penting menyediakan pilihan durasi masa asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," kata Imam.

Sementara itu, BSI memanfaatkan momentum kenaikan harga emas seiring fluktuasi ekonomi dan geopolitik dunia. Kondisi ini memberikan atensi positif terhadap permintaan nasabah terhadap investasi emas.

Animo masyarakat tecermin dari pembiayaan cicil emas yang tumbuh 117,35 persen YoY pada Juli 2025. Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, konsumsi emas per kapita Indonesia hanya 0,16 gram per kapita.

Masih lebih rendah dibanding negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. "Kami melihat bahwa fokus bisnis kami di BSI sejalan dengan tren masyarakat yang mulai melirik investasi safe haven seperti emas," terangnya.

Berdasarkan Logam Mulia Antam, harga emas sudah mencapai Rp 2.086.000 per gram. "Nah, BSI melihat potensi kepemilikan emas dapat dimulai dengan 0,05 gram atau sekitar Rp 100 ribu melalui aplikasi BYOND," kata Anton.

Hingga Mei 2025, pembiayaan BSI tumbuh 15 persen secara tahunan. Pertumbuhan tertinggi di segmen konsumer terutama pembiayaan berbasis emas, yakni cicil dan gadai emas tumbuh 68,68 persen YoY.

"Ini masuk sebagai pembiayaan yang aman karena memiliki performance bagus dan underlying asset yang solid berupa emas batang," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore