Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 03.46 WIB

Luncurkan Layanan Umrah di Super Apps Byond, BSI Targetkan Penjualan 1.000 Paket di Tahap Awal Kerek Fee Based Income

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna (tengah) mendemonstrasikan fitur pembelian paket travel umroh di super apps Byond. (Agas Putra Hartanto/Jawapos) - Image

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna (tengah) mendemonstrasikan fitur pembelian paket travel umroh di super apps Byond. (Agas Putra Hartanto/Jawapos)

JawaPos.com - Pengembangan ekosistem digital perbankan syariah terus dilakukan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengembangkan fitur terbaru pembelian paket umrah travel di super apps Byond. Sehingga mampu mendorong peningkatan fee based income dan penambahan nasabah secara signifikan. 

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menuturkan, potensi nasabah yang berumroh di BSI sangat besar. Mengingat, dari 22 juta nasabah, kurang lebih sekitar 99 persen merupakan muslim. "Itu yang kami bisa tahu sebagai potensi yang ada," ungkapnya di Kantor Pusat BSI, The Tower, Selasa (8/7).  

Jika mengurasi lebih dalam lagi, BSI memiliki tiering nasabah berdasarkan jumlah simpanan. Segmen nasabah dengan penghasilan maupun simpanan di atas Rp 50 juta bisa menjadi target untuk layanan ini. Karena dinilai memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk menunaikan ibadah umrah

Anton mengungkapkan, juga tengah mempertimbangkan model pembayaran umrah berbasis pembiayaan. Sehingga mampu meningkatkan inklusi dan aksesibilitas bagi masyarakat. 

"Karena nanti ke depannya bisa juga umroh ini, mungkin kami berikan fitur untuk pembayaran menggunakan model pembiayaan perjalanan umroh," terangnya.  

Untuk tahap awal, BSI menargetkan penjualan 1.000 paket umrah dalam jangka pendek. Jika animo masyarakat tinggi, tentu target akan dinaikkan lagi. "Saat ini saja, sudah ada 45 orang beli paket umroh (melalui super apps Byond BSI)," imbuhnya.  

Terkait fee based income, Anton menjelaskan, secara target untuk tahun ini sudah terlampaui pada Mei 2025. Hingga Mei 2025, fee based income BSI mencapai Rp 2,74 triliun. Tumbuh 35,97 persen Year-on-Year (YoY).  

Anton menjelaskan, pengembangan fitur Byond by BSI tersebut berkaitan dengan ekspansi nasabah yang menjadi prioritas utama dalam strategi pertumbuhan bank. Sejalan dengan triangle strategy BSI untuk memastikan profit tercapai. Tentunya didukung dua hal: customer based yang bertambah dan keberlanjutan bisnis.  

Bisnis yang terus berlanjut dan tumbuh salah satunya terkait dengan peningkatan cost of fund yang murah dari sisi dana. Yang mana didukung dengan peningkatan nasabah yang lebih banyak dan juga pembelian produk dana yang lebih murah.  

"Salah satunya adalah menggunakan model-model penjualan umroh dan tabungan haji. Akuisisi nasabah kita berharap ada penambahan yang signifikan," ujar Anton. 

Menurut dia, ada beberapa hal yang mendorong BSI harus terus bertransformasi dalam pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Salah satunya sebagai adaptasi atas perubahan perilaku konsumen dalam mencari informasi, berbelanja, dan berinteraksi di era digital.  

"Dengan fitur anyar yang disematkan di super apps Byond, menjadi akses untuk mempermudah jamaah dalam memilih paket umrah yang diinginkan dengan travel terpercaya. Sehingga dapat tenang beribadah," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore