Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 16.03 WIB

Spending Konsumen Muslim Global Ditaksir capai USD 3,1 Triliun, Gibran Optimistis Ekonomi Syariah jadi Peluang Indonesia Maju

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Istimewa)

 


JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka meyakini, pengembangan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu motor utama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor ekonomi syariah, yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

"Indonesia punya cita-cita menjadi negara maju dan salah satu kekuatan ekonomi dunia. Itu bukan sekadar angan, tapi tujuan bersama yang harus kita raih. Salah satu jalannya adalah lewat pengembangan ekonomi syariah," kata Gibran dalam monolog sebagaimana tayangan Youtube pribadinya, Minggu (8/6).

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu menyebut, Indonesia dengan populasi muslim terbesar kedua di dunia, memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk dan layanan halal. Namun, ia menyayangkan potensi ini belum sepenuhnya dikelola secara maksimal.

"245 juta penduduk kita adalah muslim. Artinya, kekuatan pasar ada di dalam negeri. Tapi belum cukup jika tidak disertai dengan kemandirian industri halal," ucapnya.

Gibran menyebut, sektor-sektor seperti keuangan syariah, makanan-minuman halal, fashion muslim, kosmetik halal, hingga konten dan wisata ramah muslim sebagai bagian penting dalam ekosistem ini. "Kita harus membangun kemandirian ekonomi di semua lini industri halal," tegasnya.

Ia juga menyoroti capaian Indonesia yang berada di peringkat tiga Global Islamic Economy Index pada 2024 serta peningkatan ekspor produk halal sebesar 7 persen dalam enam tahun terakhir. Bahkan, 15 dari 30 perusahaan produsen halal dunia berasal dari Indonesia. Namun, Gibran mengingatkan Indonesia belum menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global.

"Faktanya, kita masih peringkat delapan dunia dalam ekspor produk halal. Negara-negara dengan jumlah muslim lebih sedikit dari kita malah ada di posisi teratas. Ini jadi tanda bahwa sektor halal dilirik tak hanya oleh negara muslim, tapi juga non-muslim karena tren halal lifestyle kini mendunia," paparnya.

Menurutnya, pada 2022 pengeluaran konsumen muslim global mencapai USD 2,3 triliun, dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 3,1 triliun pada 2027. "Potensi terbesar ada pada makanan dan minuman halal, disusul fashion muslim. Kita harus ambil bagian dari pertumbuhan global ini," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Gibran, terus mendorong pembangunan ekosistem ekonomi syariah yang berdaya saing, inklusif, dan membawa berkah. Di KTT D-8, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya membentuk halal value chain dan mempercepat sertifikasi halal untuk UMKM.

"Kita ingin D-8 bukan hanya blok ekonomi, tapi pergerakan global," tutur Gibran mengutip pernyataan Prabowo.

Gibran juga memaparkan perkembangan positif dalam sektor ekonomi syariah, seperti adanya 6,3 juta produk bersertifikat halal, empat kawasan industri halal, serta peluncuran layanan bank emas pertama di Indonesia. Selain itu, destinasi wisata ramah muslim juga terus dikembangkan.

"Ekonomi syariah bukan sekadar hitung-hitungan, ini tentang arah dan nilai. Kita ingin membangun ekonomi yang adil, inklusif dan bermanfaat untuk umat," tutur Gibran.

Lebih lanjut, Gibran menegaskan bahwa kekuatan ekonomi bangsa tidak cukup hanya berdasarkan angka pertumbuhan. Ia pun meyakini, ekonomi syariah jalan untuk meraih kekuatan ekonomi dunia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore