Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 November 2024 | 20.38 WIB

Bos BI Perry Warjiyo Bocorkan 5 Faktor yang Bisa Majukan Keuangan Syariah Indonesia

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Perry Warjiyo Kongres ISEI XXII di Ballroom Hotel Alila, Solo, Kamis (19/9). (Agas Hartanto/Jawa Pos) - Image

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Perry Warjiyo Kongres ISEI XXII di Ballroom Hotel Alila, Solo, Kamis (19/9). (Agas Hartanto/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indonesia perlu memperkuat posisinya dalam pasar global ekonomi syariah. Untuk itu, strategi pendalaman pasar keuangan syariah perlu diperkuat. Perlu rumusan kebijakan berstandar global yang menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola instrumen-instrumennya.

"Islam, mengajarkan tiga hal. Pertama, selalu membuat progres, hari ini lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Kedua, memberikan nilai dan ketiga kerja sama," ucap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Joint High Level Seminar and Investor Forum, kolaborasi Bank Indonesia dengan Islamic International Liquidity Management (IILM) dan Islamic Financial Services Board (IFSB), kemarin (31/10).

Menurut dia, terdapat lima faktor utama dalam membangun kemajuan pasar keuangan syariah. Yakni, mengembangkan inovasi produk keuangan syariah yang tidak hanya berbasis pada tiga instrumen: sukuk, takaful, dan wakaf. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu penerbit sukuk terbesar. Sekaligus inisiator penerbitan green sukuk, yang akan mengoptimalkan manfaatnya bagi perekonomian dan keuangan hijau.

Faktor berikutnya, akselerasi pengembangan pasar keuangan syariah melalui digitalisasi ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, integrasi jasa sistem keuangan wholesale dan ritel. "Sehingga memperkuat interkoneksi seluruh lembaga keuangan syariah termasuk asuransi maupun lembaga sosial finance," ungkapnya.

Perry menekankan perlunya dukungan kerangka kebijakan yang mengedepankan manajemen risiko dalam memitigasi risiko siber, operasional, dan anti pencucian uang. Didukung oleh edukasi dan literasi sistem keuangan syariah. Karena pemahaman masyarakat berperan penting untuk menumbuhkan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Menurut Laporan Pengembangan Keuangan Islam 2023, nilai sukuk hijau dan environmental, social, governance (ESG) yang beredar mencapai USD 24,4 miliar. Malaysia dan Arab Saudi adalah pemimpin sukuk ESG. Diikuti oleh Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Integrasi teknologi juga mendorong tumbuhnya financial technology (fintech) yang berperan dalam meningkatkan aksesibilitas pada pasar keuangan syariah. Data Global Islamic Fintech Report 2023/2024 menunjukkan pasar fintech syariah global mencapai USD 138 miliar. Yang kemudian diproyeksikan meningkat menjadi USD 306 miliar di 2027. Didukung tingkat pertumbuhan tahunan gabungan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 17,3 persen.

"Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan sektor fintech global secara keseluruhan, yang diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 12,3 persen selama periode yang sama," terang alumnus Iowa State University itu.

Perry memandang tren investasi syariah ke depan akan mengarah pada pengembangan platform digital. Menawarkan layanan mulai dari perbankan digital hingga crowdfunding. Membuat keuangan syariah lebih ramah pengguna, kompetitif, dan mudah diakses.

Strategi pendalaman keuangan di pasar uang syariah yang kuat akan menopang kemampuan industri untuk menahan guncangan likuiditas yang tidak terduga di masa depan. Serta akan berkontribusi pada transmisi moneter yang dilakukan melalui sistem keuangan syariah.

Terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan tiga pedoman produk perbankan syariah. Yaitu pedoman produk pembiayaan mudarabah, pedoman implementasi shariah restricted investment account (SRIA) dengan akad mudharabah muqayyadah, dan pedoman implementasi cash waqf linked deposit (CWLD).

"Ini akan mendorong penguatan karakteristik perbankan syariah melalui pengembangan produk perbankan syariah yang memiliki kekhasan syariah atau yang disebut shari’ah-based product sehingga mempunyai unique value proposition yang tidak dapat dilakukan oleh perbankan konvensional," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae.

Dia menjelaskan, pedoman produk yang telah disusun diharapkan dapat memberikan panduan bagi industri dan pemangku kepentingan. Terutama, terkait pelaksanaan produk perbankan syariah. Sehingga memberikan kesamaan pandang dan pemahaman dalam implementasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore