
Ilusrasi wakaf sebagai instrumen ekonomi syariah memiliki nilai penyaluran manfaat secara berkelanjutan. (Istimewa)
JawaPos.com-Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) terpilih Anggoro Eko Cahyo menyebutkan lima fokus utama mendorong ekonomi syariah. Mulai dari memperkuat sinergi antar anggota, literasi dan inklusi keuangan syariah, hingga digitalisasi. Termasuk mengakselerasi industri halal dan menjadikan Indonesia pusat keuangan syariah dunia.
Menurut dia, tantangan utama saat ini adalah tingginya literasi, tapi inklusi masih tertinggal.
"Melalui Asbisindo, bank-bank syariah dapat mencurahkan pemikiran untuk meningkatkan pangsa pasar bisa di atas 10 persen. BSI sebagai leader bank syariah siap berkolaborasi bersama bank syariah lain untuk meningkatkan market share," ucap Anggoro, Kamis (25/9).
Dia optimistis ekonomi syariah bisa menjadi arus baru pertumbuhan nasional. Apalagi, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, ekonomi syariah ditetapkan sebagai pilar utama pertumbuhan inklusif. Serta meningkatkan produktivitas ekonomi jangka panjang.
Asbisindo menyambut baik hadirnya bank syariah baru dengan aset size yang lebih besar dari sebelumnya. Yakni Bank Syariah Nasional (BSN) yang menjadi bank syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia. Yang mana akan memperbesar pangsa pasar keuangan syariah.
Data OJK 2025 menunjukkan pertumbuhan industri perbankan syariah tumbuh lebih baik dari perbankan nasional. Aset bank syariah per Juni 2025 tumbuh 7,83 persen year-on-year (YoY). Lebih tinggi dari perbankan nasional yang naik 6,43 persen YoY.
Demikian juga dengan pembiayaan. Fungsi intermediasi perbankan syariah meningkat 8,37 persen YoY. Sedangkan pertumbuhan kredit/penbiayaan perbankan nasional sebesae 7,71 persen YoY.
Asbisindo akan berperan aktif dalam membangun ekosistem halal. Termasuk layanan haji dan industri halal. Berupaya mewujudkan misi menjadikan Indonesia pusat halal global.
Anggoro juga berharap, bank syariah di Indonesia bisa menjadi role model arus baru pertumbuhan ekonomi.
PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 November 2025. Membahas langkah pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) BTN menjadi BSN sebagai bank umum syariah (BUS) baru.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, BSN akan menjadi katalis baru bagi industri perbankan syariah.
"RUPSLB membahas spin off aset dan liabilitas dari BTN ke BSN," ucap Nixon.
Nanti, BTN menambahkan modal ke BSN dari Rp 1,6 triliun saat membeli Bank Victoria Syariah (BVIS) menjadi Rp 6,5 triliun. Karena dalam perbankan, rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) merupakan salah satu yang utama.
"Sehingga CAR yang akan dijaga di kisaran 18 sampai 20 persen nanti saat spin off," ungkap Nixon.
Menurut Nixon, ekosistem syariah tidak hanya soal pembiayaan rumah. Ada tabungan haji, umrah, tabungan emas, hingga gadai emas yang potensinya luar biasa. Persepsi masyarakat juga akan lebih positif jika sudah menjadi bank umum syariah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
