Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 02.45 WIB

Kebutuhan SDM untuk Pariwisata Halal Ternyata Belum Banyak Terisi

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian di Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta, Selasa (23/9)/(Istimewa). - Image

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian di Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta, Selasa (23/9)/(Istimewa).

JawaPos.com — Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata halal dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan wisata religi, khususnya haji dan umrah. Meski jumlah jamaah terus bertambah, tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang ini masih terbatas.

Kondisi ini menimbulkan paradoks: banyak lulusan yang belum terserap pasar kerja, tetapi pada saat yang sama sejumlah posisi penting dalam pariwisata halal justru belum terisi.

“Ada paradoks, banyak pengangguran, tapi ada sektor-sektor di pariwisata halal, terutama haji dan umrah ini belum terisi dengan baik. Untuk tour leader, mutawif, dan lain sebagainya,” ujar Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian di Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta, Selasa (23/9).

Baznas, menurut Farid, siap mengalokasikan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa maupun alumni melalui beasiswa vokasi, sertifikasi profesi BNSP, hingga penguatan ekosistem ekonomi syariah.

“Kampus memiliki kekuatan dalam konteks sumber daya manusia. Saya kira ini penting kita bisa lakukan kolaborasi, menghidupkan pariwisata halal, menguatkan ekosistem ekonomi syariah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Farid menyampaikan bahwa program beasiswa pendidikan merupakan salah satu dari sepuluh prioritas Baznas dengan porsi sekitar 20 persen dari total anggaran nasional.

“Kalau ditotal, kami sudah mencatat Rp1,29 triliun untuk pendidikan saja secara nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, peningkatan SDM di sektor pariwisata halal sejalan dengan visi kampus untuk mencetak tenaga profesional yang siap menjawab kebutuhan industri.

“Kami tetap memberikan kesempatan, khususnya program beasiswa yang dilakukan oleh Baznas, mereka untuk bisa studi di kami, karena tujuan kami ingin sekali betul-betul meningkatkan jumlah SDM yang profesional, khususnya di bidang pariwisata,” kata Fetty.

Fetty menegaskan, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program pemerintah maupun kerja sama dengan Baznas.

“Tapi kami juga menerima mahasiswa dari program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar maupun Bidikmisi. Tanggung jawab kami adalah menjadikan mereka generasi muda profesional di bidang pariwisata,” tegasnya.

Kolaborasi Baznas dan kampus diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga profesional pariwisata halal yang terus berkembang, terutama pada sektor haji dan umrah.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore