
Ilustrasi transaksi digital. (Freepik)
JawaPos.com – Perkembangan teknologi digital membuat anak-anak semakin akrab dengan berbagai bentuk transaksi keuangan, mulai dari pembayaran digital, belanja daring, hingga layanan paylater.
Kondisi ini dinilai membuat pendidikan literasi keuangan sejak dini menjadi semakin penting agar anak memahami cara mengelola uang secara bijak di tengah perubahan perilaku ekonomi masyarakat.
Urgensi tersebut juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang mencatat sebanyak 66,72 juta penduduk Indonesia berusia 0–14 tahun, atau sekitar 23,46 persen dari total populasi.
Jumlah tersebut menggambarkan besarnya generasi yang kelak akan mengambil berbagai keputusan ekonomi di masa depan.
Pendidikan keuangan sejak usia dini dinilai bukan sekadar mengenalkan konsep uang, tetapi juga membentuk kecakapan hidup yang relevan dengan keseharian anak. Melalui pemahaman tersebut, anak diharapkan mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, belajar menabung, serta menggunakan uang secara bertanggung jawab.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung literasi keuangan anak adalah melalui Program Cha-Ching yang dijalankan PT Prudential Life Assurance bersama Prudence Foundation dan dikembangkan bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia. Program ini telah berlangsung lebih dari satu dekade dengan menyasar siswa sekolah dasar melalui metode pembelajaran yang sederhana dan sesuai usia.
Hingga akhir Juni 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dari 26.070 sekolah di 60 kota dan kabupaten di Indonesia. Selain itu, lebih dari 39.000 guru juga telah mendapatkan pelatihan agar edukasi literasi keuangan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pendidikan keuangan bagi anak tidak bertujuan menjadikan mereka berpikir seperti orang dewasa, melainkan membantu mereka mengambil keputusan sederhana terkait pengelolaan uang.
"Melek uang sejak dini bukan berarti anak harus berpikir seperti orang dewasa. Ini tentang membantu mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengenali kebutuhan, menabung untuk tujuan tertentu, hingga belajar berbagi. Melalui program ini, kami ingin pembelajaran keuangan terasa dekat, menyenangkan, dan relevan bagi anak-anak," ujar Karin Zulkarnaen.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
