Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 18.38 WIB

TikTok Shop Tutup, Hanya Berdampak Pergeseran Platform

Warga melihat barang yang dijual di Tiktok shop melalui layar telepon genggam di Depok, Jawa Barat. - Image

Warga melihat barang yang dijual di Tiktok shop melalui layar telepon genggam di Depok, Jawa Barat.

JawaPos.com - Andre Oktavianus, salah seorang pelaku UMKM di TikTok Shop, mengatakan bahwa penutupan TikTok Shop akan sangat berdampak terhadap reseller maupun afiliator. Menurut dia, hampir 1.000 afiliator menggunakan konten foto dan video toko miliknya untuk berjualan di TikTok Shop. Selain itu, sebagian besar afiliator tersebut merupakan ibu rumah tangga yang penghasilannya berasal dari TikTok.

”Berdampak itu ke reseller-reseller, ke affiliate bakal terasa sekali. Jadi, bukan hanya UMKM, tetapi affiliate. Beberapa pendapatan mereka dari jualan di TikTok,” ungkapnya.

Andre dapat mengatakan demikian karena sebagai pedagang dirinya merasa masih memiliki alternatif untuk berjualan di kanal lain. Sebut saja melalui promosi Instagram atau lewat e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan sebagainya.

Pihak TikTok menyebutkan bahwa ada 6 juta pelaku UMKM yang berjualan di TikTok Shop. Selain itu, hampir 7 juta kreator affiliate yang juga mencari pemasukan melalui TikTok Shop.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dalam kesempatan terpisah meyakini penutupan TikTok Shop tidak akan berdampak negatif pada pedagang yang selama ini memanfaatkan platform tersebut. ”Tidak akan terlalu mengganggu. Para pelaku UMKM yang jualan online bisa memanfaatkan promo produk di medsosnya, di TikTok. Kalau penjualannya di-direct kepada link misalnya, nanti di multiplatform,” kata Teten.

Tidak dimungkiri banyak UMKM yang menggunakan TikTok Shop. Namun, pedagang juga bisa berdagang pada layanan e-commerce lainnya. ”Tidak hanya TikTok Shop, bisa dijual di platform apa saja yang ada di Indonesia. Pembeliannya juga kan tinggal pindah channel saja,” jelasnya. Teten menepis penutupan itu akan membuat bangkrut. ”Kenyataannya para seller ini akan menjual di multiplatform. Nggak cuma di satu tempat,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya melindungi kedaulatan digital Indonesia dengan menjaga aset digital. Juga, terus mempertahankan produk dalam negeri di pasar digital.

Hal tersebut disampaikan presiden dalam pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV dan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Negara kemarin (4/10). ”Kandungan lokal kalau tidak bisa 100 persen barang, ya paling tidak 90 persen atau 80 persen,” kata Jokowi.

Presiden menjelaskan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Untuk itu, talenta-talenta digital perlu disiapkan.

Indonesia, kata Jokowi, tidak boleh hanya menjadi konsumen. Dia mengungkapkan bahwa sebanyak 123 juta masyarakat menjadi konsumen di pasar digital. Namun, 90 persen barang yang dibeli merupakan barang impor. (agf/lyn/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore