
ilustrasi makanan ultra proses. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Perhatikan apa yang kamu makan! Konsumsi makanan ultra proses yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan termasuk kanker tertentu, kondisi jantung dan paru-paru parah.
Makanan ultra proses biasanya dibuat dari bahan-bahan industri dan bahan tambahan, sebagian besar tidak mengandung bahan-bahan alami utuh.
Mereka menjalani proses ekstensif seperti hidrogenasi, ekstrusi, dan perubahan kimia untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan umur simpan.
Beberapa contoh umum makanan ultra proses seperti camilan manis, makanan ringan kemasan, dan makanan siap saji.
Makanan-makanan ini sebagian besar mengandung gula rafinasi, lemak tidak sehat, natrium, dan bahan lainnya sehingga berkurangnya nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral, kata ahli gizi Avni Kaul.
Menurut studi terbaru, konsumsi makanan ultra proses setiap hari telah dikaitkan dengan 32 masalah kesehatan termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.
Hal ini menyoroti betapa pentingnya memprioritaskan makanan utuh diproses secara minimal untuk kesehatan optimal.
Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Sabtu (2/3), studi dari British Medical Journal menganalisis 45 partisipan.
Secara keseluruhan, terdapat hubungan langsung antara paparan makanan ultra proses dan kondisi kesehatan kronis mencakup kematian, kanker, kardiovaskular, pernapasan, mental, dan kondisi kesehatan metabolik.
Berdasarkan penelitian tersebut, analisis yang dilakukan terhadap data penjualan makanan ultra proses di seluruh dunia dan pola konsumsinya menunjukkan adanya pergeseran ke arah peningkatan penggabungan makanan-makanan ini ke dalam pola makan sehari-hari.
Makanan jenis ini menyumbang 58 persen dari total asupan energi di beberapa negara berpendapatan tinggi seperti Australia dan Amerika Serikat, juga porsi konsumsi mereka meningkat di negara-negara tingkat rendah dan menengah seperti Kolombia dan Meksiko dengan total asupan energi berkisar antara 16 persen hingga 30 persen.
Secara keseluruhan, studi ini mengklaim selama beberapa dekade terakhir, ketersediaan dan variasi produk ultra proses yang dijual meningkat secara signifikan di berbagai negara dengan tingkat perkembangan ekonomi beragam terutama di berbagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi rendah dan menengah.
Adapun beberapa efek samping dari mengonsumsi makanan ultra proses secara berlebihan:
1. Kekurangan nutrisi
Makanan ultra proses sebagian besar kehilangan nutrisi penting selama pemrosesan dan mungkin kekurangan vitamin, mineral, dan serat yang ditemukan dalam makanan utuh.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
