Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Oktober 2024 | 04.06 WIB

Mengenal Metode Intermittent Fasting yang Dilakukan Marshanda hingga Turun 21 Kg dalam Setahun, Begini Caranya!

Ilustrasi rencana makan dan cara memulai diet if 16/8 untuk pemula./Towfiqu barbhuiya./pexels - Image

Ilustrasi rencana makan dan cara memulai diet if 16/8 untuk pemula./Towfiqu barbhuiya./pexels

JawaPos.com - Intermittent fasting melibatkan pembatasan asupan makanan harian pada kurun waktu tertentu.

Puasa ini cukup populer karena dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Salah satu metode intermittent fasting adalah 16/8. Para pendukung metode ini mengklaim cara ini adalah yang mudah, praktis, dan berkelanjutan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Salah satunya adalah Marshanda.

Dari Youtube Channel Denny Sumargo, Marshanda yang saat ini tampil berbeda membagikan pengalaman dan cara dietnya yang bikin banyak orang terkesima.

Aktris cantik ini mengaku mendapatkan tekanan saat melakukan tanda tangan kontrak yang tertulis wajib turun 15 kg dalam setahun.

Namun nyatanya, dalam kurun waktu setahun, perempuan itu berhasil menurunkan 21 kg dari berat badan sebelumnya di 76 kg menjadi 56 kg. Pemain Induk Gajah ini mengaku melakukan diet IF atau intermittent fasting.

Puasa intermiten yang dilakukannya yaitu jendela buka mulai pukul 4 sore hingga 8 malam dengan dua kali makan. Jadwal ini menjadi tahapan lebih lanjut setelah bertahap memulai IF di jam 12 siang, jam 2, lalu jam 4 sore.

"Lambung dan usus, pencernaan yang tadinya ukurannya besar karena kebiasaan porsi makannya banyak, jadi mengecil.

Jadinya sekarang diajak atau dikasih makan banyak, badan aku menolak," ucap Marshanda, yang kini bermain di Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Praktis puasa intermittent membatasi asupan makanan dan minuman berkalori hanya 8 jam perhari. Sisanya 16 jam dilakukan untuk berpuasa atau minum air putih dan minuman lainnya tanpa kalori seperti kopi dan teh tawar.

Popularitas metode puasa ini berkembang luas karena diyakini dapat meningkatkan kontrol gula darah dan meningkatkan umur panjang.

Sementara diet lain menetapkan aturan yang ketat, diet if mudah diikuti dan dapat memberikan hasil yang terukur.

Dilansir dari healthline, puasa intermittent dianggap kurang ketat dan lebih fleksibel daripada diet lainnya dan cocok untuk sebagian besar gaya hidup.

Puasa ini dapat menghemat waktu dan uang karena kalian tidak perlu memasak dan menyiapkan makanan setiap minggu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore