Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2024 | 15.54 WIB

Pak RT Membawa Gergaji

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Pak RT ragu. Keanehan cara untuk memilikinya? Apa itu?

”Percayalah, itu akan membuatmu celaka.”

Dan entah bisikan nekat dari mana, Pak RT pun menyentuh si peri mungil. Tap. Dan ya sret, tiba-tiba lantai yang dipijak Pak RT bergoyang. Suasana jadi selang-seling. Dan tahu-tahu, Pak RT sudah berada di sebuah ruangan di dalam rumah megah. Pak RT duduk di tengahnya. Dirubung sekian orang. Sekian orang yang menunggu perintah. Perintah siapa? Tentu saja perintah Pak RT.

”Pak Bos.”

”Pak Bos.”

”…”

Pak Bos?

Astaga, siapa itu Pak Bos?

Pak RT celingukan. Ternyata, yang disebut sebagai Pak Bos adalah dirinya. Pak RT gugup. Tapi sebentar. Dan seperti dalam waktu yang dipercepat, Pak RT pun sontak lihai berperan sebagai Pak Bos. Sekian perintah pun dikeluarkan. Sekian hukum dan larangan pun didenguskan.

Anehnya, semua perintah, hukum, dan larangan itu kerap berakibat fatal. Sampai-sampai kerusuhan pun terjadi. Tapi anehnya, Pak RT yang berperan sebagai Pak Bos malah asyik bermain domino di rumah megahnya bersama kawan-kawannya. Sebuah permainan yang tergantung pada berapa jumlah bulatan dalam kartu. Jika sama boleh jalan. Jika tidak silakan mati. Dan apabila permainan sudah selesai, jumlah bulatan yang mati pun dihitung. Seperti menghitung dunia untung-rugi. Dunia yang kerap menjadi mimpi buruk.

Sayangnya, tepat pukul 04.00 WIB, Pak RT terbangun dari perannya sebagai Pak Bos. Si peri mungil yang hinggap di pinggiran jendela pun telah pergi.

III

Seperti yang dikatakan si peri mungil, jika Pak RT menyentuhnya, akan tergoda pada keanehan dunia beserta cara memilikinya. Dan itu kini terjadi. Betapa tidak, sejak Pak RT menjalani peran sebagai Pak Bos, sejak itu pula pikiran Pak RT selalu ingin menyentuh si peri mungil. Dan anehnya, setiap menyentuh, setiap itu pula Pak RT menjalani sekian peran yang tak terduga. Peran orang berpangkat, olahragawan terkenal, bintang iklan tersohor, sampai pada peran pendekar tanpa tanding.

Bahkan, yang tak terduga, Pak RT pernah memerankan orang yang selamat dari bencana alam. Seluruh negeri hampir hancur. Termasuk orang-orangnya. Lalu, Pak RT mengembara. Sampai kemudian bertemu dengan seorang wanita cantik yang juga selamat. Keduanya kawin dan menurunkan keturunan. Keturunan yang diajari oleh Pak RT dengan kata-kata yang maknanya diciptakannya sendiri.

”Ini batu,” kata Pak RT sambil menunjuk kaki.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore