
ILUSTRASI
”Rahwana menculik Sita!” aku menyela.
”Jika Rahwana hanya mencintai Sita lantaran nafsu, tentu saja barang mudah untuk raja Alengka itu merudapaksa sang dewi. Namun tidak, cinta Rahwana begitu tulus, dia hanya menunggu perempuan yang ia cintai melihat keberadaannya, tanpa berusaha untuk memaksa terlebih merudapaksa. Itulah mengapa saat kembali kepada Sri Rama, Sita masih murni seperti awal mulanya. Kautahu, tak banyak lelaki bisa seperti Rahwana, selalu mencintai meski tak pernah ditanggapi.”
Ibumu memiliki pandangan lain menyoal Rahwana. Aku tak bisa mengelak perkataannya. Mungkin memanglah begitu, Rahwana memiliki cinta murni, namun keburukan rupa dan tabiat menutupi segalanya. Ibumu menegaskan bahwa Rahwana membuktikan meski seorang raksasa sekalipun tetap saja memiliki rasa kasih di dalam sanubarinya. Meski kasih itu tak bisa lestari dan harus dihancurkan atas nama kebajikan, keburukan haruslah dikalahkan, dan sejarah tetaplah menulis seorang Rahwana haruslah dibinasakan.
Mungkin kau pun seperti aku, tak benar-benar tahu mengapa ibumu memiliki obsesi dengan Rahwana. Ceritanya mengenai cinta Rahwana tak selalu cukup untuk kita. Kau tentu ingat, kita telah mengantarkan jasad ibumu ke liang lahad seratus hari lalu. Perempuan nyentrik itu mengalah setelah jantungnya lemah dan enggan lagi memompa. Aku tak bisa lagi menanyakan perihal namamu, tak bisa lagi membelamu saat kau cekcok dengannya lantaran nama aneh itu.
Meski ibumu telah berkalang tanah, keinginannya masih selalu ada. Sebagai karibnya aku memahami itu. Saat ini dia ingin kau bangga dengan namamu. Baginya, kau seorang lelaki dengan cinta semurni air telaga, maka itulah ia namakan kau... Rahwana. (*)
Kab. Semarang, 2023
---
ARTIE AHMAD, Lahir di Salatiga. Buku terbarunya Persekutuan Perempuan-Perempuan Lajang (Langgam Pustaka, 2022).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
