Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Februari 2025 | 20.29 WIB

Zarkasyih, O Zarkasyih

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Di siang yang basah, kami berjalan ke simpang tiga. Ayah ke barat. Ibu ke tenggara. Ingatan baru merangkak. Kenangan belum berjalan. Tapi, aku masih tiga tahun. Belum mengerti kasih sayang. Belum tahu apa itu kenangan. Belum tahu ngerinya perceraian.

Kata Kakek, belum saatnya aku berkenalan dengan kesedihan, dipeluk perpisahan, apalagi dibunuh kebencian. Itu juga yang ia katakan ketika aku menangis di hari kematian Nenek. Di Rupit, laki-laki 80 tahun itu merawatku seperti menyirami bumi dengan dendam pada negara yang dibawa mati. Ketika beranjak remaja, aku mulai mengerti. Baginya, label veteran, janji tunjangan pejuang, hadiah umrah, dan bingkisan sarung murahan adalah satire rutin 17 Agustusan. Dia malah bersyukur tidak diakui sebagai pejuang kalau keberadaannya hanya untuk seremonialitas itu. ’’Urus dirimu sendiri, kejar mimpimu. Persetan dengan orang lain!”

’’Bagaimana dengan Ayah dan Ibu?” Aku tahu, hubungan Kakek dengan mereka tidak baik-baik saja.

’’Keluarga adalah matahari, Kas.” Sejujurnya, aku terkejut dengan jawaban itu. ’’Sinarnya menjadikanmu ada sehingga membelakanginya akan membuatmu kelihatan bodoh.” Aku merasakan penyesalan dalam kata-katanya.

Pesan itulah yang kupegang ketika enam bulan setelah kepindahanku ke Jakarta, Ibu menelepon dari Rupit. ’’Bagaimanapun, Rafin dan Amdit adik-adikmu,” ujarnya di tengah percakapan, ’’Jadi, tampunglah sementara mereka belum dapat kerja. Suruh kerja apa saja di rumah makanmu. Mereka bukan anak muda yang pemalas.” Meski diutarakan dengan tenang, kata-kata itu mengobrak-abrik ketenanganku.

”Ruko –termasuk rumah makan– ini bukan milik Abang seorang,” kataku pada Rafin dan Amdit setelah menunjukkan kamar mereka di lantai dua. Aku kemudian menceritakan sekilas tentang Bita, koki muda sekaligus rekan binisku, yang tinggal satu kilometer dari rumah makan. ”Jadi, kalau kalian luang, turunlah,” lanjutku hati-hati. Aku tak ingin terdengar memerintah. ”Bantu-bantulah rumah makan.”

Alhamdulillah, mereka bisa menempatkan diri dengan baik. Mereka tak segan mencuci piring kalau rumah makan sedang ramai atau mengepel lantai kalau di luar hujan. Bita sangat menyukai mereka dan itu sungguh membuatku tenang sekaligus gembira. Mulanya, aku khawatir gadis 25 tahun itu menentang keputusanku menampung mereka.

Dua bulan kemudian, giliran Ayah yang menelepon dari kampung. ”Almarhum kakekmu memberikan semua uang penjualan kebun karetnya kepadamu, bukan hanya untuk menampung adik-adik tiri dari ibumu,” protesnya. ”Rinda dan Nai juga adik-adikmu.” Aku mau bicara ketika ia kembali mencerocos. ”Kalau ibumu tak menikah duluan, belum tentu Ayah kawin, belum tentu …”

’’Kirimlah mereka,” potongku to the point.

’’Dengar, Syih!” Ayah mulai berteriak. ’’Ayah dan Ibu memang sudah berpisah, tapi kami bisa bersatu demi adik-adikmu!” Ia belum berubah, masih suka mengancam. Oh, keluarga adalah matahari …

***

Rinda dan Nai cekatan di dapur. Mereka ternyata bisa menjadi asisten yang baik bagi Bita. Aku lega, meski selalu mencemaskan kalau-kalau mereka melakukan kesalahan. Namun, hal yang paling menggembirakan adalah: seakan berbagi tugas, Rafin mengawal Rinda, sebagaimana Amdit yang menjelma bodyguard Nai, ketika menyebarkan lamaran ke mana-mana. Ah, aku bangga sekali dengan sikap tanggung jawab yang ditunjukkan kedua adik laki-lakiku itu.

’’Ta, aku minta maaf,” kataku suatu malam.

Bita tersenyum. Lalu menggeleng. ’’I am okay, Syih,” katanya tenang. ’’Bagaimana lamaran adik-adik?” tanyanya kemudian. Aku tak menangkap basa-basi di wajahnya. ’’Ada yang dapat panggilan?”

Aku paham arah pertanyaan itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore