
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Ayah Dencor mati jatuh dari pohon enau persis saat Dencor baru bisa merangkak. Ibu Dencor berlari meninggalkan Dencor merangkak-rangkak di halaman begitu mengetahui dari teriakan warga di arah sungai bahwa suaminya telah jatuh dari pohon enau. Sebelumnya, saat ayah Dencor pergi ke sungai memikul sejumlah kekelok, ibu Dencor yang geram ditinggalkan terus setiap hari berteriak penuh amarah, ”Mudahan kamu mati jatuh, remuk kepalamu!” Dan, apa yang ia katakan langsung menjadi kenyataan hanya beberapa saat kemudian.
Dencor tertawa mendengar cerita itu. Ia begitu girang. Cerita itu membuatnya yakin bahwa dirinya memang tak lahir dari perempuan sembarangan. Ia yakin ibunya sakti karena kata-katanya sangat manjur, dan ia yakin kemampuannya mengobati orang-orang sakit yang datang padanya ia terima dari ibunya sendiri. Maka, setelah itu, ia betul-betul bersemangat untuk mencari ilmu Nabi Ibrahim, yang ia percaya berada di suatu tempat dan menunggu kedatangannya.
Ibunya sangat menyesal pada cerita panjang lebarnya malam itu ketika besok paginya dan besoknya lagi Dencor benar-benar tidak dilihat oleh siapa pun di mana pun. Dencor menghilang. Tak seorang pun mengetahui ke mana gerangan ia pergi. Orang-orang bersaksi malam itu mendengar lolongan anjing dan suara langkah kaki. Dencor diyakini berjalan ke selatan, berjalan ke hutan.
Pada malam-malam tertentu, mereka melihat seperti nyala suluh di hutan dan nyala itu berpindah-pindah. Dencor pasti tengah melakukan perjalanan. Gamelan dikerahkan dan dibawa ke arah hutan. Nama Dencor dipanggil-panggil. Anak-anak yang penasaran ikut pula dan nama Dencor yang dilengkingkan oleh mulut mereka terdengar aneh seperti sebuah lelucon. Ibu Dencor ikut pula mencari dan ia menyampaikan kembali kesusahan-kesusahan yang ia alami selama ia mengandung dan melahirkan Dencor. Laki-laki pemabuk yang dibantu Dencor juga ikut melakukan pencarian dan sepanjang jalan ia meratap karena tanpa Dencor ia tidak akan dapat makan gayas lagi.
Memasuki hari ketiga, mereka berhasil menemukan Dencor di tengah hutan, berdiri di bawah sebuah pohon yang sangat besar. Tabuhan gamelan dikeraskan dan teriakan-teriakan juga semakin riuh. Para warga cepat menangkap Dencor yang mereka yakini jika tidak cepat ditangkap Dencor akan dengan mudah terbang, melesat jauh seperti burung.
Dencor diajak pulang, ia melangkah dengan terpincang-pincang, semakin terpincang dibanding sebelumnya. Gamelan tetap ditabuh, kali ini bukan untuk membuat makhluk halus yang memegangi Dencor melepaskan pegangan mereka dan menari—seperti yang mereka yakini—tetapi untuk melepas lelah mereka. Dencor berjalan di tengah, dikerumuni anak-anak. Ia seperti seorang pengantin.
”Ke mana epe pergi?” tanya salah seorang anak padanya.
Dencor melihat anak itu, dan anak-anak di sekitarnya adalah anak-anak yang telah secara kebetulan menceritakan kisah nabi di dekat rumahnya.
”Saya cari ilmu Nabi Ibrahim,” jawab Dencor, jujur.
Para warga merasa yakin Dencor masih setengah linglung karena baru saja berpindah dari dunia jin. Namun, anak-anak tetap menanyai Dencor tanpa peduli larangan para orang tua mereka.
”Epe berhasil temukan?” tanya anak yang lain.
Dencor terdiam sebentar sebelum mengangguk. Dan ia menambahkan, ”Nanti kalau ada kebakaran besar saya buktikan!”
Anak-anak itu menjadi kegirangan. Terang-terangan salah seorang dari mereka bertanya, ”Kapan? Kapan ada kebakaran besar?”
Dencor tidak menjawab, tetapi dari raut wajahnya ia seperti mengharapkan akan ada kebakaran tak lama lagi. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
