
ILUSTRASI
V
Seperti terceritakan, esok harinya, Pak RT pun memang mendatangi pohon ketapang di kebun kampung yang digarap Pak Y dan Pak B. Lalu keributan pun terjadi. Orang-orang kampung berdatangan. Pak RT diamankan. Tapi, di luar itu semua, Pak RT tetap saja tak tahu, kenapa kini si peri mungil tak lagi hinggap di pinggiran jendela rumahnya. Dan kenapa pula, selama mengasah gergajinya semalam, si peri mungil hanya mengintip dari tempat yang tersembunyi. Yup, itu tak lain, peran yang akan dijalani Pak RT (jika sekali lagi menyentuh si peri mungil) adalah peran yang mesti berhadapan dengan sesuatu yang tak pernah terduga. Sesuatu yang juga ada di dunia aneh yang dimasukinya. Sesuatu yang sudah lama ingin bertemu dan bertarung dengan Pak RT. Dan setelah Pak RT kalah, pun dimasukkan ke dalam karung. Terus digandulkan di pohon tinggi yang tak ada satu pun orang tahu letaknya. (*)
---
MARDI LUHUNG, Lahir dan tinggal di Gresik. Buku kumpulan cerpen terbarunya adalah Jembatan Tak Kembali (2022).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
