
ILUSTRASI
Pak RT ragu. Keanehan cara untuk memilikinya? Apa itu?
”Percayalah, itu akan membuatmu celaka.”
Dan entah bisikan nekat dari mana, Pak RT pun menyentuh si peri mungil. Tap. Dan ya sret, tiba-tiba lantai yang dipijak Pak RT bergoyang. Suasana jadi selang-seling. Dan tahu-tahu, Pak RT sudah berada di sebuah ruangan di dalam rumah megah. Pak RT duduk di tengahnya. Dirubung sekian orang. Sekian orang yang menunggu perintah. Perintah siapa? Tentu saja perintah Pak RT.
”Pak Bos.”
”Pak Bos.”
”…”
Pak Bos?
Astaga, siapa itu Pak Bos?
Pak RT celingukan. Ternyata, yang disebut sebagai Pak Bos adalah dirinya. Pak RT gugup. Tapi sebentar. Dan seperti dalam waktu yang dipercepat, Pak RT pun sontak lihai berperan sebagai Pak Bos. Sekian perintah pun dikeluarkan. Sekian hukum dan larangan pun didenguskan.
Anehnya, semua perintah, hukum, dan larangan itu kerap berakibat fatal. Sampai-sampai kerusuhan pun terjadi. Tapi anehnya, Pak RT yang berperan sebagai Pak Bos malah asyik bermain domino di rumah megahnya bersama kawan-kawannya. Sebuah permainan yang tergantung pada berapa jumlah bulatan dalam kartu. Jika sama boleh jalan. Jika tidak silakan mati. Dan apabila permainan sudah selesai, jumlah bulatan yang mati pun dihitung. Seperti menghitung dunia untung-rugi. Dunia yang kerap menjadi mimpi buruk.
Sayangnya, tepat pukul 04.00 WIB, Pak RT terbangun dari perannya sebagai Pak Bos. Si peri mungil yang hinggap di pinggiran jendela pun telah pergi.
III
Seperti yang dikatakan si peri mungil, jika Pak RT menyentuhnya, akan tergoda pada keanehan dunia beserta cara memilikinya. Dan itu kini terjadi. Betapa tidak, sejak Pak RT menjalani peran sebagai Pak Bos, sejak itu pula pikiran Pak RT selalu ingin menyentuh si peri mungil. Dan anehnya, setiap menyentuh, setiap itu pula Pak RT menjalani sekian peran yang tak terduga. Peran orang berpangkat, olahragawan terkenal, bintang iklan tersohor, sampai pada peran pendekar tanpa tanding.
Bahkan, yang tak terduga, Pak RT pernah memerankan orang yang selamat dari bencana alam. Seluruh negeri hampir hancur. Termasuk orang-orangnya. Lalu, Pak RT mengembara. Sampai kemudian bertemu dengan seorang wanita cantik yang juga selamat. Keduanya kawin dan menurunkan keturunan. Keturunan yang diajari oleh Pak RT dengan kata-kata yang maknanya diciptakannya sendiri.
”Ini batu,” kata Pak RT sambil menunjuk kaki.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
