
Performa Lin Dan terus memburuk di tahun 2018
JawaPos.com - Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk kejayaan Lin Dan sebagai seorang superstar bulu tangkis dunia. Seiring bertambahnya usia, kemerosotan performa tentunya menjadi sebuah keniscayaan, bahkan untuk seorang atlet luar biasa seperti Lin Dan.
Menginjak usai 35 tahun pada 14 Oktober kemarin, harus diakui bahwa penampilan Lin Dan sudah tidak lagi menghibur dan jauh dari ekspektasi. Jangankan meraih gelar juara, lolos babak pertama pun sudah jadi pekerjaan sulit baginya.
Tercatat, dari 18 turnamen perorangan yang ia ikuti di sepanjang tahun 2018, suami dari Xie Xingfang itu sudah sembilan kali kandas di babak pertama. Lawan yang mengandaskannya pun beragam, mulai dari pemain kelas berat dunia seperti Kento Momota, sampai pemain-pemain yang secara level harusnya jauh berada di bawahnya seperti Ihsan Maulana Mustofa, Kantaphon Wangcharoen (Thailand) dan Wang Tzu Wei (Taiwan).
Situasi ini membuat julukan Super Dan yang pernah melekat padanya mulai pudar.
Dilansir dari timesofindia.com, sejumlah media Tiongkok sudah mulai memberi julukan baru untuk Lin Dan: First-Round Lin.
Julukan yang menggelitik tapi di satu sisi juga tentunya sangat menyedihkan untuk seorang Lin Dan yang sudah memenangi semua turnamen besar bulu tangkis, termasuk dua medali emas Olimpiade di Beijing dan London.
Namun, seakan tidak perduli dengan faktor usia dan performanya yang sedang memble, Lin Dan masih punya ambisi yang sangat besar. Ia mau main di Olimpiade Tokyo 2020.
Statement-nya ini jelas mengundang pro dan kontra di kalangan pecinta bulu tangkis dunia. Sebagian mengaku terenyuh dan kagum akan semangatnya dalam memburu medali emas Olimpiadenya yang ketiga, namun beberapa lagi mencibir bahwa keinginannya tersebut tidak lebih dari harapan kosong seorang atlet senjakala serakah yang tidak pernah puas akan pencapaiannya.
Lepas dari setuju atau tidak setujunya publik dengan keputusan tersebut, perjuangan Lin Dan untuk melaju ke Tokyo memang jauh dari kata gampang. Dengan aturan setiap negara hanya boleh mengirimkan dua pemain yang berada dalam jajaran 16 besar ranking dunia, Lin Dan yang kini duduk di ranking 13 dunia harus bersaing dengan dua juniornya, yakni Chen Long dan Shi Yuqi yang performanya lebih stabil ketimbang dirinya.
Meskipun secara ranking posisinya masih aman, namun ia harus bisa menyalip ranking Yuqi dan Long yang saat ini berada di peringkat 2 dan 5 dunia.
Jika hal ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, tugas ini mungkin tidak akan jadi persoalan berat. Namun, Lin Dan yang dibicarakan sekarang adalah Lin Dan yang karirnya sudah nyaris masuk dalam naskah orbituari. Dengan target berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, musuh Lin Dan yang sesungguhnya bukanlah lawan-lawannya di lapangan, tetapi sang waktu yang akan terus menggerogoti fisik dan mentalnya.
Dengan semua faktor yang tidak berpihak kepadanya ini, tentu sah saja untuk menyebut bahwa sepertinya Lin Dan cuma bisa lolos, atau bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 jika ada lampu hijau dari Sang Khalik yang notabene juga menjadi satu-satunya entitas yang mengetahui kapan Lin Dan akan gantung raket dari dunia tepok bulu angsa.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
