Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 September 2018 | 00.43 WIB

Inkonsistensi Kidambi Srikanth dan Mediokernya Kualitas Pelatih India

Performa Srikanth Kidambi terus meredup di tahun 2018 setelah sempat menjadi pebulu tangkis nomor 1 dunia. - Image

Performa Srikanth Kidambi terus meredup di tahun 2018 setelah sempat menjadi pebulu tangkis nomor 1 dunia.

JawaPos.com - Nama Kidambi Srikanth terus tenggelam di tahun 2018. Selain karena kembalinya Kento Momota yang tengah menjadi fenomena di sektor tunggal putra, kualitas permainan Srikanth juga terus merosot di tahun ini.


Resmi menjadi pemain ranking 1 dunia beberapa bulan lalu karena pencapaiannya yang cukup mentereng di akhir tahun 2017, Srikanth langsung meredup. Meski masih berada di ranking 8, performanya saat ini harus diakui tidak konsisten dan jauh dari memuaskan.


Kecuali medali emas di tim beregu Commonwealth Games 2018 dan medali perak di nomor perorangan turnamen yang sama, ia belum membawa pulang satu gelar pun dari BWF World Tour 2018 maupun event besar lainnya.


Pencapaian terbaiknya di agenda turnamen BWF hanya di Malaysia Terbuka 2018. Srikanth kala itu terhenti di babak semifinal setelah ditaklukkan Momota. Selebihnya, ia hanya sanggup bermain sampai babak perempat final, bahkan kalah di babak pertama nomor perorangan Asian Games 2018.


Terakhir, Srikanth juga harus angkat koper dari Tiongkok Terbuka 2018 setelah dipecundangi Momota dengan skor 9-21 dan 9-21, Jumat (21/9).


Menengok ke tahun 2017 di mana ia sukses menyabet empat gelar turnamen level superseries, hasil tahun ini tentunya sangat jomplang.


Mengomentari hal tersebut, pelatih kepala tim nasional bulu tangkis India Pullela Gopichand mengatakan, turunnya kualitas performa Srikanth kemungkinan besar disebabkan karena faktor kelelahan. "Tahun ini agenda bulu tangkis sangat padat. Selain agenda BWF, ada event besar seperti Kejuaraan Dunia 2018, Asian Games 2018, dan Commonwealth Games 2018. Dengan agenda sepadat itu, tentu hampir tidak ada waktu untuk melakukan evaluasi dan latihan," ujar Gopichand seperti dilansir timesofindia.com.


Selain hal itu, Gopichand menuturkan bahwa kelemahan utama bulu tangkis India saat ini adalah kualitas pelatih dan tidak adanya program pelatihan yang terstruktur dengan baik.


Bahkan, menurut Gopichand, masalah ini juga terjadi di cabang olahraga lain.


"Keanehan olahraga di India adalah kita tidak memiliki program yang terstruktur. Kualitas pelatih yang ada rata-rata medioker. Mereka harus diberi program yang baik supaya bisa diturunkan ke atlet-atlet," ujar Gopichand.


Gopichand menambahkan, India juga tidak memiliki sistem untuk mencetak pelatih-pelatih kelas dunia. Pada akhirnya, para pemain yang bertalenta besar seperti Srikanth pun tidak akan bisa bersinar jika ditangani oleh pelatih yang biasa-biasa saja.


"Membangun infrastruktur dan fasilitas olahraga itu jauh lebih mudah ketimbang mencari dan menemukan pelatih yang benar-benar ingin mendedikasikan hidupnya untuk mencetak pemain-pemain besar. Itulah pekerjaan berat kami saat ini," ujar Gopichand.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore