JawaPos.com-Nama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tak ada dalam daftar atlet penghuni Pelatnas PBSI 2025. Padahal, duet ganda putra itu mampu unjuk gigi dalam dua tahun terakhir, terutama sepanjang 2024.
Bisa dibilang, 2024 menjadi tahun terbaik dalam karier Sabar/Reza. Mereka mampu menembus lima final turnamen elite BWF World Tour 2024 level Super 300 hingga Super 750. Mulai dari Spain Masters, Orleans Masters, Macau Open, Hong Kong Open, dan China Masters.
Satu dari lima final itu membuahkan satu gelar juara. Yakni di Super 300 Spain Masters 2024. Sementara empat turnamen sisanya harus puas menjadi runner-up.
Selain itu, SabRez -akronim Sabar/Reza- juga mampu ikut serta dalam turnamen penutup BWF World Tour Finals 2024. Bahkan mereka berhasil menembus hingga semifinal.
Berkat torehan-torehan gemilangnya itu, Sabar/Reza saat ini menempati peringkat 11 dunia. Dia makin dekat dengan 10 besar untuk masuk dalam jajaran pasanyan top dan elite dunia.
Kecemerlangan itu membuat banyak yang berharap agar Sabar/Reza bisa masuk Pelatnas PBSI 2025. Tujuannya agar mereka bisa dapat pelatih, porsi latihan, dan pembiayaan yang lebih baik dibanding saat ini sebagai pasangan profesional.
Tapi berdasarkan pengumuman PBSI terkait penghuni Pelatnas tahun depan, nama Sabar/Reza tak ada. Artinya mereka akan tetap berstatus sebagai pasangan profesional lagi.
Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat sebelumnya sempat menjelaskan soal kemungkinan Sabar/Reza masuk Pelatnas PBSI 2025. Dia menyebut kans itu harus berdasarkan banyak pertimbangan, salah satunya usia.
"Kita jujur-jujuran aja. Kita mau dibawa kemana nih? Kita langsung target (Olimpiade) 2028. Apakah masih bisa dengan umur 29? Kita enggak tahu. Tapi semua kita lagi godok, kita cari yang terbaik," kata Taufik di Pelatnas PBSI, Jumat lalu.
Usia mereka saat ini memang tak muda lagi. Sabar misalnya, telah berusia 28 tahun. Kemudian Reza, hanya dua tahun lebih muda. Artinya, mereka akan 32 dan 30 tahun saat Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
Pun begitu, Taufik menilai Pelatnas PBSI bukan segalanya. Andai SabRez tetap konsisten dan mampu lolos ke Olimpiade LA 2028, PBSI tak akan menjegalnya sama sekali.
"Buat saya sekarang terbuka kok. Maksudnya nanti ini ada perubahan yang baru juga, bahwa pemain yang di luar bisa ikut pertandingan internasional juga," terang Taufik Hidayat.
"Nah ini pun kalau mereka bersaing di luar lebih bagus dari yang pelatnas, ya monggo aja mereka yang main. Hanya beda tempat aja. Toh satu buat Indonesia," kata pria yang juga wakil menteri pemuda dan olahraga Indonesia itu.