
Ricky Soebagdja, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI saat sesi jumpa pers di Istora Senayan Jakarta pada Minggu (9/6)./PBSI
JawaPos.com - Meraih emas di Olimpiade Paris 2024 menjadi salah satu hal yang ingin kembali diraih oleh atlet-atlet Indonesia khusunya oleh atlet badminton.
Olimpiade Paris 2024 sendiri akan mulai digelar pada Jumat (26/7) hingga berakhir Minggu (11/8) mendatang. Tim Merah Putih cabang olahraga badminton pun berupaya meraih emas di Olimpiade Paris 2024 nantinya.
Dalam rangka persiapan menuju Olimpiade Paris 2024 nantinya, atlet-atlet badminton terbaik Indonesia dimainkan pada ajang BWF World Tour Indonesia Open Super 1000 yang telah digelar di Jakarta.
Turnamen bergengsi Indonesia Open Super 1000 ini telah dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, mulai Selasa (4/6) dan berakhir pada Minggu (9/6) lalu.
Alih-alih mendapat hasil yang memuaskan, atlet-atlet yang turun dalam turnamen bergengsi tersebut dinilai oleh PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) belum tampil secara maksimal dan diluar harapannya.
Sebanyak 19 wakil Merah Putih yang turun dalam BWF World Tour Super 1000 ini tak ada satupun yang meraih gelar dan hanya mampu sampai babak semifinal.
Satu-satunya wakil Indonesia pada sektor ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang mencapai babak semifinal pun merupakan kategori non-pelatnas dalam turnamen tersebut.
Akan tetapi, performa yang ditunjukan oleh Sabar/Reza sangat impresif dan mampu menembus babak semifinal.
Penurunan performa atlet pelatnas yang hanya mencapai babak perempat final pun diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Ricky Soebagdja.
Ricky Soebagdja mengungkapkan bahwa merasa kecewa atas hasil kurang baik pada ajang Indonesia Open 2024 yang menjadi persiapan menuju Olimpiade Paris 2024 mendatang.
“Kekecewaan yang luar biasa dengan atlet pelatnas yang lolos ke perempatfinal ada dua wakil saja. Padahal ini adalah ajang yang begitu besar menjelang Olimpiade Paris 2024 sehingga kami akan evaluasi menyeluruh,” ungkap Ricky Soebagdja saat sesi jumpa pers di Istora Senayan Jakarta, yang dikutip dari situs resmi PBSI pada Senin (10/6).
Meski begitu dirinya bersama jajaran pelatih akan melakukan serangkaian evaluasi agar menemukan solusi untuk meraih emas di Olimpiade 2024.
Dirinya juga mengakui bahwa PBSI harus bekerja keras dalam sisa waktu untuk memperbaiki performa atlet-atlet andalan Merah Putih jelang Olimpiade Paris 2024 mendatang.
"Kami harus bekerja keras di sisa waktu yang ada sebelum Olimpiade. Kami akan mencari tahu apa penyebab terkait penurunan performa atlet, termasuk di Indonesia Open hasilnya seperti ini," jelasnya.
Keyakinan tinggi Ricky Soebagdja akan kemampuan atlet-atlet Indonesia yang akan turun di Olimpiade Paris 2024 juga sangat tinggi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
