
Logo BWF
JawaPos.com - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terus berusaha melakukan terobosan. Setelah mengganti aturan servis tahun lalu, rencananya mereka juga akan mengganti kok bulu angsa dengan kok sintetis.
Dilansir dari thestar.com, ide menggunakan kok sintetis ini muncul lantaran kok bulu angsa yang sudah sekian dekade digunakan dinilai mudah rusak yang akhirnya berimbas pada biaya pembelian kok baru. Kok sintetis nantinya diyakini bisa membuat biaya pengeluaran lebih efektif karena tidak akan mudah rusak.
Jika dalam satu pertandingan pemain bisa berkali-kali meminta pergantian kok, maka ada kemungkinan pemain tidak perlu meminta pergantian kok sama sekali jika sudah menggunakan kok sintetis nanti.
Kok sintetis ini rencananya akan mulai dipakai di World Tour Finals 2019 mendatang. Namun, pergantian kok ini akan diresmikan jika sudah menemukan kata sepakat dari para pemain.
Pasalnya, kok bulu angsa yang selama ini dipakai sudah memiliki karakter yang disukai para pemain bulu tangkis profesional: bisa melesat dengan sangat cepat ketika pemain melakukan smes atau drive, dan bisa jatuh dengan cepat saat pemain melakukan drop shot. Para atlet tentunya berharap kok sintetis juga memiliki dua karakter tersebut agar mereka tetap bisa bertanding dengan nyaman.
Pebulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei adalah salah satu pemain yang sudah mencoba purwarupa kok sintetis ini. Maestro bulu tangkis Negeri Jiran itu mengakui bahwa kualitas kok yang ia coba saat itu tidak senyaman kok bulu angsa pada umumnya.
"Saya sudah mencobanya di Dubai dua tahun lalu bersama beberapa pemain lain. Rasanya memang belum nyaman, masih tidak konsisten. Kadang rasanya seperti memukul kok tradisional, tapi kemudian rasanya jadi berbeda. Secara keseluruhan, masih tidak enak dipakai," kata Chong Wei.
Meski demikian, Chong Wei tidak lantas menentang pergantian tersebut. "Jika BWF bisa terus bereksperimen dan terus melakukan uji coba sampai kok sintetis ini betul-betul nyaman dipakai seperti kok tradisional, saya tidak masalah," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
