
Tangan dingin Jeremy Gan (tengah) berhasil menciptakan pasangan tangguh ganda campuran tangguh Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino
JawaPos.com - Ganda campuran Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino saat ini merupakan salah satu pasangan ganda campuran paling tangguh di dunia. Mulai diwaspadai para lawannya sejak menjuarai All England 2018, melejitnya kiprah Yuta/Arisa yang kini duduk di ranking 3 dunia tidak lepas dari peran tangan digin sang pelatih, Jeremy Gan.
Di bawah gemblengan pelatih asal Malaysia tersebut, Yuta/Arisa yang tadinya bukan siapa-siapa kini sudah mengoleksi tiga gelar juara. Terakhir, mereka meraih medali emas di Malaysia Masters 2019 pada akhir pekan lalu. Kehadiran Yuta/Arisa pun kini membuat Jepang berpeluang menyabet medali emas di semua sektor di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Mengomentari hal tersebut, Jeremy mengaku sangat senang. Menukangi ganda campuran Jepang sejak tahun 2009, Jeremy akhirnya bisa bernafas lega karena salah satu produk didikannya berhasil unjuk gigi.
"Tentunya sangat senang bisa melihat Yuta/Arisa berkembang begitu pesat dan bisa terus membuat kejutan," ujar Jeremy seperti dilansir thestar.com.
Reputasi Jeremy bukan hanya sekadar sebagai pelatih belaka. Boleh dibilang, Jeremy-lah yang membangun sektor ganda campuran Jepang dari bawah sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Negeri Matahari Terbit.
"Saya ingat betul saat pertama kali tiba di Jepang. Waktu itu Jepang belum memiliki departemen ganda campuran. Ini betul-betul mengingatkan saya ketika membangun departemen ganda campuran Malaysia beberapa tahun sebelumnya," kenang Jeremy.
Jeremu sendiri diminta menukangi ganda campuran Jepang oleh pelatih kepala timnas bulu tangkis Jepang Park Joo Bong. "Park Joo Bong meminta saya membangun sektor ganda campuran, karena waktu itu Jepang memiliki banyak pemain bagus di semua sektor, kecuali ganda campuran," katanya.
Dengan segala keterbatasan yang ada, termasuk bahasa, Jeremy dengan sabar menggodok para pemain yang ada. Penantiannya selama sembilan tahun akhirnya terbayar dengan gelar juara All England 2018 yang dipersembahkan Yuta/Arisa.
"Sebagai pelatih, tentu ada rasa bangga yang begitu besar ketika melihat pemain yang kita didik dari nol menuai prestasi membanggakan," katanya lagi.
Memasuki tahun ke-10 sebagai pelatih ganda campuran Jepang, Jeremy mengaku masih mengalami kendala bahasa. "Memang masih agak susah di bahasa. Tapi untungnya sama sekali tidak ada masalah ketika saya melatih, karena bahasa bulu tangkis ada bahasa yang mudah dimengerti semua atlet bulu tangkis. Saya menikmati melatih di sini, walau kadang saya kangen sekali dengan keluarga di rumah," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
