Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 06.11 WIB

Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive (1977–2022), Ikhtisar Arsip Dokter Pecinta Seni

Penulis buku dokter Melani Setiawan (kanan), dosen Unesa Prof Djuli Djati Pambudi (tengah), dan dosen UC Surabaya Dr Johan Hasan (kiri) dalam bedah buku di UC Library pada Senin (21/9) lalu (Dok Diar Candra/JawaPos.com).  - Image

Penulis buku dokter Melani Setiawan (kanan), dosen Unesa Prof Djuli Djati Pambudi (tengah), dan dosen UC Surabaya Dr Johan Hasan (kiri) dalam bedah buku di UC Library pada Senin (21/9) lalu (Dok Diar Candra/JawaPos.com). 

JawaPos.com - Bagi Dokter Melani Setiawan, seni di Indonesia adalah bagian tidak terpisahkan dalam hidupnya. Karena itulah, pada setiap peristiwa seni yang dialaminya Melani selalu berupaya merekam dan membuatnya abadi dalam bingkai foto.

Melani membagi kepada publik perihal peristiwa seni, sosok seniman, dan tualang seni yang dialaminya selama 45 tahun atau hampir setengah abad itu dalam sebuah buku. Buku bertajuk Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive (1977–2022) itu menghadirkan kurang lebih 4 ribu koleksi foto Melani soal seni rupa Indonesia pada kurun waktu 1977 sampai 2022.

Bertempat di Universitas Ciputra (UC) Library Surabaya pada Senin (21/9) lalu, buku Melani tersebut dibedah. Profesor Djuli Djati Pambudi (Universitas Negeri Surabaya) dan E. St. Oyik Eddy (founder dan co-chairman Srisasanti Syndicate) memberikan pandangan mereka soal buku yang memuat 4 ribu arsip foto seni rupa Indonesia itu. Dosen UC dan kurator seni Ayos Purwoaji menjadi moderator di acara diskusi yang berlangsung hampir jam itu.

“Saya sebetulnya tidak berniat menjadikan arsip foto sebagai sebuah buku, sebab  memotret adalah kebiasaan saya sejak kecil. Jadi, saya punya foto sejak kecil sampai dewasa dan itu tersimpan sendiri-sendiri dengan rapi,” kata Melani kepada JawaPos.com usai acara bedah buku Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive (1977–2022).  

Kemudian sekitar 2004, salah satu rekannya yaitu Hendro Wiyanto memberikan ide agar foto-foto aktivitas Melani yang berhubungan dengan seni itu dibukukan. Menurut Hendro yang juga menggeluti dunia seni rupa, foto-foto Melani itu akan menjadi bagian penting dalam sejarah seni rupa Indonesia. “Tapi saya bilang saat itu, saya gak pede. Rasanya narsis sekali, arsip itu kan isinya foto saya,” kata Melani.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore